Kapolres Tulungagung dan Wartawan Teken Petisi Tolak Kekerasan Jurnalis

Selain berorasi, wartawan Tulungagung juga melakukan peletakan kartu pers dan kamera di jalan depan Mapolres Tulungagung dalam aksi demonstrasi, Rabu (31/3).

Tulungagung, Bhirawa
Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto bersama wartawan Tulungagung menandatangani petisi tolak kekerasan jurnalis saat aksi unjuk rasa yang dilakukan wartawan yang tergabung dalam Gerakan Journalist Anti Kekerasan (Gejolak) di depan Mapolres Tulungagung, Rabu (31/3).

Aksi demontrasi wartawan Tulungagung yang didukung juga oleh jurnalis kampus perguruan tinggi setempat ini merupakan aksi lanjutan yang dilakukan wartawan di Jawa Timur dengan tuntutan agar kasus penganiyaan wartawan Tempo di Surabaya diusut tuntas. Bahkan pelakunya harus ditangkap dan diproses hukum secara transparan.

Kapolres Handono Subiakto menyatakan atas kejadian yang terjadi di Surabaya sudah berkomitmen agar diusut sesuai ketentuan yang berlaku, transparan dan profesional. “Kami pun berkomitmen kejadian di Surabaya jangan sampai terjadi di wilayah Tulungagung. Apalagi komunikasi dan koordinasi antara wartawan dan institusi Polri/TNI di Tulungagung sudah terjalin dengan baik,” paparnya.

Perwira menengah ini sempat pula menyatakan apresiasinya pada wartawan yang melakukan aksi unjuk rasa dengan tertib. Terlebih tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat melakukan aksinya tersebut.

Sebelumnya, koordinator aksi, Bramantya, menandaskan kepolisian harus melakukan penangkapan terhadap pelaku penganiayaan jurnalis Tempo tersebut. Ia juga meminta dalam kasus tersebut dilakukan pengusutan secara tuntas dan transparan. “Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya.

Selanjutnya, Bramantya menyatakan akan kembali melakukan aksi demo jika kasus penganiyaan pada wartawan itu tidak diselesaikan dengan tuntas. “Kami akan kawal terus soal kasus penganiayaan ini. Kalau tidak tuntas aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar akan kami lakukan. Sesuai data dari LBH kekerasan pada wartawan terus naik dan pada tahun 2020 meningkat 39 kasus,” paparnya.

Aksi demonstrasi wartawan Tulungagung ini dimulai dari halaman Kantor DPRD Tulungagung yang kemudian disambung dengan long march menuju bundaran TT. Setelah melakukan orasi di Bundaran TT, massa aksi melanjutkan perjalanan tetap dengan jalan kaki ke Mapolres Tulungagung. (wed)

Tags: