Kapolresta Malang Buka Uji Kompetensi Wartawan

Kapolres Malang, AKBP Budi Hermanto SIK, membuka secara resmi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Malang Raya, Sabtu (18/9).

Kota Malang, Bhirawa.
Kapolres Malang, AKBP Budi Hermanto SIK, membuka secara resmi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Malang Raya, Sabtu (18/9).

Dalam sambutanya, Budi Hermanto SIK, menyampaikan bahwa untuk bekal UKW, peserta ujian harus banyak membaca diiringi banyak menggali informasi.

Selain itu, ia juga membuka diri menjadi salah satu jejaring narasumber yang harus dihubungi ketika ujian. Diakui, profesi jurnalis sebagai partner kerja yang juga berfungsi sebagai pengontrol kinerja Kepolisian, khususnya di Polresta Malang.

“Menilik begitu pentingnya peran wartawan, maka jika diijinkan, bersama PWI Malang Raya, kita akan menggelar UKW Desember mendatang,” ungkap Budi Hermanto, di kampus C IKIP Budi Utomo Malang.

UKW nanti merupakan sinergitas tiga unsur sekaligus, yakni Kepolisian, PWI dan akademis. Ini juga sebagai penghormatan untuk jurnalis, dan sebagai apresiasi jalinan hubungan yang sangat baik dengan Polresta Malang.

Buher – sapaan akrab AKBP Budi Hermanto, melanjutkan, fungsi wartawan sebagai pengontrol lembaga negara. Termasuk dirinya yang bertugas membina anggota kepolisian dan pelayan masyarakat dalam sisi keamanan, perlu pula dikontrol.

“Apa yang kami lakukan sudah sesuaikah dengan tupoksi Polri dalam UU No 2 tahun 2002,” ujar Kapolres yang dikenal humanis ini.

Dalam kesempatan ini, Buher hadir sekaligus membuka acara UKW yang diselenggarakan PWI Malang Raya.

Mewakili Ketua PWI Pusat, Joko Tetuko menjelaskan, bahwa UKW ini merupakan angkatan ke 546. Dari sejumlah ujian tersebut, tercatat 13.932 wartawan yang telah lulus kompeten. Di Jatim sendiri telah menggelar 33 kali ujian, dengan jumlah 1.310 jurnalis yang telah kompeten.

“Pesan dari Ketua PWI Pusat, dalam UKW ini diujikan mengenai kesadaran, ketrampilan, keilmuan yang harus benar-benar kompeten dengan pengetahuan yang terus diasah,” ujarnya.

Joko Tetuko, menegaskan pula, jangan sampai lantaran kesadaran yang kurang, dan kompetensi yang minim mengakibatkan kerugian bagi narasumber.

Tak bisa dipungkiri, wartawan sampai detik ini menjadi salah satu pilar demokrasi. Pasalnya, lewat kerja kulih tinta ini, terus menyuarakan kebenaran di kehidupan berbangsa.

“Dua tahun sudah kita melewati pandemi. Namun bagian anak bangsa yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah turun ke jalan, berita positif masih membanjiri komunika media. Itu semua berkat kerja wartawan,”

Joko Tetuko berharap, apa yang selama ini dikerjakan oleh para awak media ini dapat menjadi sumbangsi wartawan dalam membangun negara, bangsa, serta agama.

“Menurut Ketua PWI Pusat, PWI Malang Raya ini selalu menjadi rujukan nasional. Terutama dalam hal giat Safari Jurnalistiknya, ataupun penelitian,” tuturnya.

Ditambahkan oleh Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono, dalam periode kepengurusannya ia akan terus berikhtiar menggelar UKW. Termasuk ujian kali ini dan rencana Desember nanti.
Menurutnya, kemungkinan baru pertama di Indonesia, Polri dalam hal ini Kapolres Malang bersama pihaknya menggelar UKW.

“Saya mohon maaf jika ada yang kurang dalam menyediakan fasilitas ujian. Dengan anggaran yang terbatas, saya berupaya menyediakan konsunsumsi, dengan harapan, peserta tinggal konsentrasi ujian,” ungkap Ketua PWI Malang Raya ini.

Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim juga menambahkan, ia sepenuhnya mengapresiasi pengurus PWI Malang raya yang getol menggelar UKW. Pasalnya saat ini pasar yang yang menentukan hidup mati media dan wartawan, maka jurnalis perlu rajin membaca. Tak hanya membaca buku, tapi juga jeli membaca situasi.(mut)

Tags: