KARS Evaluasi Kinerja RSUD dr Soetomo

Graha Amerta rsud dr soetomoSurabaya, Bhirawa
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan evaluasi untuk memantau kinerja dan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo. Evaluasi dilakukan karena rumah sakit dengan rujukan terbesar di Indonesia bagian timur ini sukses mengondol akreditasi paripurna.
Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, Dodo Anondo mengaku, beberapa waktu lalu ada tim dari Kemenkes yang melakukan evaluasi. Mereka ingin melihat apakah sudah sesuai pelayanannya dan ada perubahan. Seperti nama Instalasi Rawat Darurat (IRD) diminta berubah menjadi Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Menurutnya, dengan rekomendasi dari tim KARS Kemenkes pasien yang datang ke IGD, pasien yang¬† sudah didiagnosa harus langsung mendapat pelayanan.¬† “Yang mau operasi, langsung masuk dioperasi. Harus langsung masuk ke ruangan, tidak boleh keleleran di ruang IGD. Kalau kamar penuh, langsung masuk lorong. Ada ruang transisi sebelum dapat kamar. IGD harus melayani pasien dalam waktu maksimal 30 menit atau biasa disebut respons time,” katanya.
Tim Kemenkes memberi saran, pegawai RSU dr Soetomo harus dilatih basic live support (P3K). Setiap orang di RS harus bisa melakukan P3K, seperti menangani pasien terkena serangan jantung. Pasien juga harus diberi tahu soal obat yang diberikan dari dokter atau perawat, kalau tidak cocok obatnya bisa komplain.
Jika mengganti jenis obat yang sama, harus seizin dokter yang menangani pasien. Hal ini untuk menghindari dugaan kejadian yang tidak diinginkan seperti malapraktik dan juga untuk patient safety (keselamatan pasien).
Dikatakannya, setelah memperoleh akreditasi paripurna, RSU dr Soetomo menargetkan mendapat sertifikat internasional dari Joint Comission International (JCI). SDM, sarana dan prasarana dipersiapkan. Yang masuk RS rujukan nasional di Indonesia ada 14 RS, salah satunya adalah RSU dr Soetomo.Seperti fisik RS harus bagus, tidak ada antrian di loket, disiplin pasien harus bagus. Ini karena orang luar negeri yang akan menilai. Respon time penanganan maksimal 30 menit
”Ini untuk menghadapi MEA 2015, orang luar negeri bisa berobat atau cek kesehatan di RSU dr Soetomo. Ini juga mendukung healt tourism,” pungkasnya.
Menanggapi pernyataan di atas, salah satu keluarga pasien RSUD dr Soetomo Siswanto mengaku dirinya mengaku evaluasi yang dilakukan KARS harus terus dilakukan, hal ini untuk memantau rumah sakit agar memberikan pelayanan prima kepada pasien. Jika dilihat saat ini pelayanan yang diberikan rumah sakit sudah standar.
”Jika dulu kita melihat pasien IRD banyak yang tercecer belum mendapatkan pelayanan tapi sekarang sudah banyak tenaga kesehatan yang menanganinya,” tambahnya. [dna]

Keterangan Foto : Graha Amerta rsud dr soetomo.

Rate this article!
Tags: