Karyawan Pabrik Rokok Simustika 69 Tulungagung Kembali Di-rapid Test

Sebagian karyawan PR Simustika 69 saat memasuki lokasi pemeriksaan rapid test Covid-19, Sabtu (2/5) lalu.

Tulungagung, Bhirawa
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung pada hari ini (Senin, 4/5), rencananya akan kembali melakukan rapid test terhadap karyawan Pabrik Rokok (PR) Simustika 69 di Desa Gesikan Kecamatan Pakel setelah pada hari Sabtu (2/5) lalu, ditemukan 17 dari 214 karyawan reaktif Covid-19 saat dilakukan rapid test.
Sekretaris Posko Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Didik Eka, Minggu (3/5), mengungkapkan sudah ada rencana untuk melakukan rapid test kembali pada karyawan PR Simustika 69 pada hari ini, Senin (4/5). “Rapid test akan dilakukan di antaranya pada karyawan di blok lain dan (karyawan) yang tidak masuk pada hari Sabtu (2/5),” ujarnya.
Didik Eka selanjutnya menyatakan pemeriksaan rapid test Covid-19 lanjutan pada karyawan PR Simustika 69 tidak dilakukan pada Minggu (3/5), karena alasan karyawan pabrik rokok tersebut selalu libur kerja pada hari Minggu.
Hari Sabtu (2/5) lalu, yang menjalani rapit test Covid-19 hanya karyawan di blok tempat seorang karyawan berinisial H. Karyawan H ini sebelumnya dinyatakan reaktif Covid-19 saat menjalani rapid test di Puskesmas Bangun Jaya pada Jumat (1/5) setelah menderita penyakit dengan keluhan gejala flu, batuk dan pilek selama seminggu.
Kepala Posko Kesehatan Dinkes Kabupaten Tulungagung, Ana Saripah, yang memimpin langsung rapid test pada Sabtu (2/5), menyatakan dari 214 yang bisa mengikuti rapid test, hasilnya 17 di antaranya reaktif rapid test. “Ke-17 orang yang reaktif itu tujuh orang warga Tulungagung dan 10 lainnya warga luar Tulungagung (Kediri), ” paparnya.
Ana Saripah kemudian menjelaskan, sesuai dengan ketentuan, 17 orang yang positif rapid test itu akan segera dilakukan karantina di satu tempat tertentu. Sedang bagi yang negatif diharuskan pula mengisolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. “Langsung diisolasi kalau banyak (yang reaktif rapid test) akan dicarikan lokasi karantina dekat sini. Kalau sedikit akan dibawa ke rusunawa (IAIN Tulungagung),” terangnya.
Ana Saripah saat itu pun juga mengimbau agar PR Simustika 69 untuk sementara menghentikan operasionalnya. Apalagi sebagian dari karyawannya sudah teridentifikasi reaktif Covid-19. “Itu wajib (menghentikan operasional),” tandasnya.
Sementara itu, sampai berita ini ditulis manajemen PR Simustika 69 belum memberikan pernyataan dan belum bisa dikonfirmasi.[wed]

Tags: