Kasal Tuangkan Peran Penting TNI AL di Buku ‘Diplomasi Sang Hiu Kencana’

Kasal, Laksamana TNI Muhammad Ali saat launching buku Diplomasi Sang Hiu Kencana di Hanggar Kapal Selam Koarmada II Surabaya, Sabtu (20/4). (abednego/bhirawa).

Surabaya, Bhirawa.
Tidak bisa dipungkiri TNI Angkatan Laut (TNI AL) Indonesia mempunyai peranan sangat penting terhadap diplomasi antar negara. Untuk menggugah betapa pentingnya peran TNI AL dalam diplomasi negara, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali menuangkan hal ini dalam buku berjudul “Diplomasi Sang Hiu Kencana”.

Melalui mahakarya ini, Laksamana TNI Muhammad Ali menuangkan dedikasinya akan diplomasi perdamaian dan kemakmuran di wilayah perairan. Bahkan pengalaman tersebut menjadikannya sebagai salah satu tokoh yang dihormati dalam arena diplomasi internasional antar negara.

“Buku ini menggambarkan bagaimana Naval Diplomacy itu harus dilaksanakan dan sangat penting untuk negara kita. Karena negara kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki garis pantai yang terpanjang di dunia,” kata Kasal usai launching buku Diplomasi Sang Hiu Kencana di Hanggar Kapal Selam Koarmada II Surabaya pada Sabtu (20/4).

Melalui buku setebal 256 halaman ini, Perwira Tinggi TNI AL ini mengisahkan bagaimana model diplomasi unik yang telah dilaksanakannya dalam perjalanan tugasnya. Yakni sebuah kisah diplomasi yang dilakukan melalui lorong gelap with no light at the end of the tunnel.

Pemilihan judul, diakui Kasal, terinspirasi dari banyak hal. Diantaranya dari pengalaman penugasan berinteraksi dengan Angkatan Laut berbagai negara. Serta istilah Sang Hiu Kencana menggambarkan kebanggaan sebagai prajurit Korps Hiu Kencana yang ditempa dengan nilai kepemimpinan. Kemudian kesetiaan, kekesatriaan dan keperwiraan.

“Selain itu background penugasan saya lama di kapal selam, sehingga sesuai dengan temanya. Kapal selam ini unik, selain memiliki tingkat deterrent yang tinggi, antara awak kapal selam memiliki rasa persaudaraan yang cukup kuat antar negara. Itu salah satu alasan juga,” ungkapnya.

Buku ini juga menonjolkan tentang bagaimana diplomasi, baik melalui soft approach maupun yang hard approach apabila terjadi konflik. Bagaimana mencegah konflik di laut, karena di laut banyak kepentingan antar negara. Dan Indonesia memiliki 10 perbatasan laut dengan negara lain, lebih banyak dari perbatasan darat.

Sehingga, sambung Kasal, dengan adanya buku ini, penting bagi negara Indonesia dan membahas bagaimana perjalanan maupun kunjungan-kunjungan yang merupakan diplomasi maritim maupun diplomasi keamanan laut. Bagaimana operasi di laut yang merupakan salah satu wujud diplomasi, dan dijelaskan dalam buku ini.

Buku-buku ini, sambung Kasal, sudah bisa dibeli di toko buku Gramedia. Dengan harapan buku ini bermanfaat bagi generasi muda angkatan laut, bahkan yang di luar angkatan laut. “Buku ini bisa digunakan mungkin para diplomat yang berbatasan dengan negara Indonesia di laut. Atau negara lain yang tidak berbatasan dengan Indonesia, tetapi mempunyai karakteristik perairan yang mirip dengan kita,” harapnya. (bed.hel).

Tags: