Kasus Covid-19 Klaster BNI 46 Kancab Madiun Bertambah Jadi 16 Terkonfirmasi

Kantor BNI Cabang Madiun saat lock down didatangi petugas dari Dinkes Kota Madiun untuk mengadakan penyemprotan, Selasa (18/1).(sudarno/bhirawa)

Kota Madiun, Bhirawa.
Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kantor BNI 46 Cabang Madiun jalan Dr Soetomo Kota Madiun, yang awalnya 7 orang pegawai yang terkonfirmasi lalu BNI Cabang Madiun di lock down (baca Bhirawa Kamis (20/1), sekarang bertambah 9 pegawai sehingga jumlahnya 16 orang pegawa BNI Cabang Madiun dinyatakan positif covid-19.

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dari 149 karyawan yang dilakukan tes cepat dinyatakan sembilan orang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah positif, mereka langsung menjalani PCR dan hingga kini belum diketahui hasilnya apakah varian omicron atau bukan.

“Kita masih menunggu hasil PCR. Hari pertama kan tujuh, kemudian kita tracing 143, sisanya melakukan lab sendiri. Kemarin kita lihat releasenya sembilan. Belum tau omicron atau bukan. Hasilnya minimal seminggu,” kata Kepala Dinkes-PPKB, dr. Denik Wuryani, Kamis (20/1).

Dengan begitu, total 16 karyawan positif. Kepala Dinkes-PPKB, dr. Denik Wuryani menyebut, saat ini tracing masih terus dilakukan. Termasuk disekolah tempat anak dari salah satu karyawan tersebut. “Kan kita masih tracing ke sekolah dan masyarakat disekitar yang positif,”katanya.

Dalam kasus klaster BNI 46 ini, pihaknya juga menghimbau kepada nasabah yang merasakan gejala Covid-19 untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Terlebih bagi nasabah yang telah berinteraksi dalam satu minggu terakhir sejak kasus ini terjadi.

“Misalnya ada nasabah yang sudah berinteraksi dalam satu minggu terakhir, silahkan datang ke Puskesmas. Karena kita nggak bisa mencari satu per satu,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Madiun, Maidi juga telah memerintahkan Dinkes-PPKB untuk terus melakukan pengembangan. Termasuk kepada nasabah yang telah melakukan kontak dengan karyawan.

Wali kota juga membeberkan kronologis kasus Covid-19 di bank tersebut. Kasus dimulai dari salah seorang karyawan bank dan anaknya yang menjani rawat inap di rumah sakit. beberapa hari kemudian, muncul gejala batuk. Tes dilakukan dan menunjukkan hasil positif. Sang ibu juga menunjukkan hasil serupa.

Tracing dilakukan dengan menyasar karyawan bank hingga ditemukan tujuh karyawan lainnya yang juga positif Covid-19. Tiga di antaranya merupakan warga Kota Madiun. Sisanya warga luar Kota Madiun. Tak ingin terlambat. Tracing diperluas hingga dilakukan swab PCR kepada 149 karyawan.

‘’Yang tujuh ini sampelnya masih kita kirim ke Surabaya untuk melihat apakah Covid-19 biasa atau varian omicron atau yang varian lainnya. Semoga saja Covid-19 biasa,’’kata Wali Kota berharap.

Selain itu, penutupan layanan sementara bank juga dilakukan sebagai langkah pencegahan. Pun tidak menutup kemungkinan lockdown bakal diperluas. Mulai sekolah tempat belajar sang anak hingga ke tempat lainnya. Namun, itu masih menunggu hasil swab tes 149 karyawan tersebut. Wali Kota berharap masyarakat untuk tetap waspada.

‘’Covid-19 ini masih ada. Penularan masih terjadi. Jangan lengah. Protokol kesehatan jangan sampai ditinggalkan,’’tegasnya.

Wali kota menambahkan berbagai langkah antisipasi kembali digalakkan. Mulai penyemprotan desinfektan juga dilakukan di lokasi, gerai masker gratis, dan juga vaksinasi. Bahkan, vaksinasi juga digelar di tempat kegiatan Wali Kota. Salah satunya, di lokasi Musrenbang tingkat kelurahan. Masyarakat diharap untuk patuh dan disiplin.

‘’Yang sudah waktunya vaksin segera vaksin. Termasuk yang dosis ketiga. Silahkan dimanfaatkan. Petugas vaksinasi selalu saya bawa di tempat kegiatan,’’ pungkas Wali Kota.(dar.hel)