Kasus Deman Berdarah di Kabupaten Malang Tahun 2019 Meningkat

Kab Malang, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menghimbau kepada masyarakat agar untuk mewaspadai serangan nyamuk Aedes Aegypti, yang jika menggigit tubuh manusia bisa menyebabkan penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD), terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini.  
Sedangkan dari data Dinkes setempat, yakni pada tahun 2019, telah terdapat warga Kabupaten Malang terserang penyakit DBD totalnya mencapai 791 orang. Sedangkan data itu lebih tinggi jumlahnya jika dibandingkan pada tahun 2018, yang mencapai 681 orang, dan juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia. “Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang agar menjaga kebersihan lingkungannya pada musim hujan saat ini,” pintah Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo, Kamis (2/1), kepada wartawan.
Menurutnya, penyebab tingginya warga terserang DBD pada musim penghujan seperti sekarang ini, salah satunya adalah kurang menjaga kebersihan dilingkunganny, sehingga nyamuk Aedes Aegypti atau nyamuk mematikan itu selalu menghantau warga. Sehingga masyarakat harus tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan tiga hal, yakni Mengubur, Menguras dan Menutup (3M), pada tempat-tempat yang terdapat genangan air.
Sementara, Arbani juga menegaskan, jika di tahun 2019 ini, warga yang terserang DBD tidak ada yang meninggal dunia. Sehingga pihaknya juga berharap agar kasus DBD di Kabupaten Malang pada tahun 2020 ini, tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Dengan catatan, warga Kabupaten Malang rutin melakukan kerja bakti secara masal, dan warga harus melakukan 3M. Sedangkan di wilayah kabupaten ini endemik DBD. “Dan jangan meremehkan nyamuk yang berterbangan dilingkungannya masing-masing,” ujarnya.  
Dari jumlah kasus DBD tersebut, kata dia, maka Bupati Malang juga meminta Dinkes Kabupaten Malang untuk bersiaga menghadapi puncak musim hujan dan penyebaran DBD. Serta terus melakukan upaya bersih-bersih melalui kerja bakti bersama, dan melakukan fogging atau pengasapan yaitu sebagai bentuk pencegahan penyakit DBD. Karena jika nyamuk Aedes Aegypti tidak ditanggulangi mulai dini, maka dikhawatirkan akan menyebar, sehingga hal itu akan menyebabkan serangan DBD.
“Dari data yang di rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada pertengahan bulan Januari 2019, kasus serangan DBD telah mencapai 4.798 kejadian dan didominasi Pulau Jawa. Untuk itu, warga Kabupaten Malang meningkatkan kewaspadaan agar tidak terserang DBD,” tandas Arbani, yang juga pernah menjabat Diretur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang, Kabupaten Malang. [cyn]

Tags: