Kebersamaan dan Kekompakan Mampu Cegah Perpecahan Bangsa

Kota Malang, Bhirawa
Pakar Komunikasi Universitas Brawijaya (UB)  Djanis Djanaid, pada dialog Forum Pembauran yang di gelar Bakesbangpol Kota Malang, di Hotel Gajahmada, Rabu 11/3 kemarin, mengemukakan, untuk menumbuh kembangkan nilai -nilai kebersamaan, maka tidak boleh menyalahkan orang lain.
“Jika ada perbedaan pendapat jangan saling mengungkit masalah pribadi dan masalalu. Kesalahan para politisi selalu menyalahkan masalalu, dan mengungkit masalah lain,”tutur Djanalis.
Kekompakan  dan kerukunan itu, cepat dan mudah menyelesaikan persoalan. Dengan catatan jangan membawa nama suku atau kelompok tertentu. Jika membawa nama suku dampaknya akan semakin melebar.
“Jangan melebar dipersolan yang lain,  saat ada persoalan, harus diselesiakan dengan cara gentel, kalau ada yang salah harus berani mengakui kesalahan jangan  mengedepankan ego,”tuturnya.
Ia menilai persolan yang berkembang dimasyarakat itu tidak lepas dari peranan para pemimpin. Jika pemimpin menyalahkan orang lain, dampaknya akan mempengaruhi bawahan.
“Disadari atau tidak, kalau pemimpinya ceroboh pasti bawahanya akan bertindak salah. Ini tidak akan menyelesaikan masalah, justeru akan menambah masalah menjadi lebih runyam,”imbuhnya.
Karena itu pihaknya meminta kepada para pemimpin untuk beraikap lebih moderat tidak mudah dipanas-panasi orang lain, dan jangan pernah merasa dendam, jangan ambisi dan jangan menghasut.
Ia juga menyatakan, di Kota Malang ini sangat dinamis, secara demografi ada dialek Mataraman Pendalungan, Madura Tionghua, Arab dan beberapa daerah lainnya.
Selain itu, lanjutnya Kota Malang merupakan kota terbesar di Jawa Timur, memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar dari berbagai daerah.
“Ini rentan terhadap persoalan, makanya harus hati-hati dalam menangani persoalan karena masing-mahasiswa memiliki karakter yang berbeda,”sambungnya.
Sementara itu Dr. Imam Rofii, menambahkan pembangunan karakter bangsa merupakan upaya untuk membangun tata nilai budaya yang memancarkan ciri-ciri kepribadian bangsa Indonesia.
Menurut Imam, prilaku radikal dipengaruhi dari paham yang salah, dalam memahami agama atau keyakinan. Kalau mereka memahami agama secara benar tidak akan menjadi teroris.
Selain itu, menurut Dosen Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang itu, sumber potensi pemecah belah bangsa adalah inteloransi.  Ketidakadilan, lemahnya jiwa berkembangsaan.
“Paham anti Pancasila, konflik antar kelompok dan oknum tertentu sangat berpotensi pemecah bangsa Indonesia,”ujar Imam Rofii.
Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Zulkifli Amrizal S.Sos, Msi, mengemukakan, Forum Pembauran ini, sengaja digelar dan mengundang seluruh komponen masyarakat. Mereka adalah perwakilan  dari mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Kota Malang.
“Melalui forum seperti ini, kita ingin mendapatkan masukan dari seluruh komponen mahasiswa untuk menjaga keberagaman di Kota Malang,”tutur Zulkifli. [mut]

Tags: