Kebersamaan dan Keterbukaan Kuncinya, Aset Berkembang hingga Rp 24 Miliar

Ketua KPRI Bina Karya Banyuwangi,Juwito saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo.

Ketua KPRI Bina Karya Banyuwangi,Juwito saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo.

Kota Surabaya, Bhirawa
Didirikan 14 tahun setelah kemerdekaan yakni 1959, KPRI Bina Karya Banyuwangi dirintis untuk menjadi koperasi yang besar serta berguna bagi anggota serta masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Dimulai dengan modal sebesar Rp 20 juta saat itu, perlahan-lahan menjadi besar dan bisa menciptakan kesejahteraan bagi anggotanya.
“Saat itu, jumlah anggota sebanyak 324 orang. Para pendiri berkeyakinan dengan adanya KPRI Bina Karya, para anggota bisa mengembangkan usahanya agar lebih maju di kemudian hari,” ujar Ketua KPRI Bina Karya Banyuwangi¬† Juwito saat ditemui di sela-sela acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-67 Provinsi Jatim di GOR Ki Mageti Kab. Magetan belum lama ini.
Keyakinan tersebut berbuah manis. Setelah 55 tahun berdiri, bukan hanya jumlah anggota yang berkembang, akan tetapi nilai asetnya bertambah berlipat-lipat. Terakhir aset KPRI Bina Karya Banyuwangi mencapai sebesar Rp 24 miliar. “Angka tersebut bukan nilai yang kecil mengingat koperasi ini tidak membuka cabang di kabupaten atau kota lain di Jatim. Hanya di Kabupaten Banyuwangi saja,” ucap pria berusia 60 tahun tersebut.
Saat ini, bidang usaha yang dikembangkan KPRI Bina Karya Banyuwangi pun bukan hanya koperasi simpan pinjam saja, akan tetapi berkembang di beberapa bidang lain di antaranya pertokoan, unit jasa dan persewaan kendaraan. Sebagian besar anggotanya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Banyuwangi, mulai dari guru TK, SD, SMP dan SMA.
Dengan kerja keras tersebut, tidak salah apabila KPRI Bina Karya Banyuwangi meraih penghargaan Koperasi Berprestasi 2013 Peringkat I Kategori Kelompok Koperasi Konsumen. Sebenarnya bukan kali ini saja KPRI Bina Karya Banyuwangi meraih penghargaan, akan tetapi penghargaan ini dirasa paling prestisius karena diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum yang kerap disapa Pakde Karwo pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-67 Provinsi Jatim di GOR Ki Mageti Kab Magetan.
Menurut pria yang telah memimpin KPRI Bina Karya Banyuwangi sejak¬† 1987 itu, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras para anggota yang telah membawa banyak kemajuan bagi koperasi tersebut. “Salah satu kelebihan KPRI Bina Karya Banyuwangi dibandingkan KPRI lainnya yakni setiap anggota yang akan meminjam tidak harus menyerahkan agunan dan pastinya harus diketahui kepala unit terlebih dahulu. Sistem pembayarannya bukan potong gaji melainkan potongan secara perorangan atau unit kerja,” jelasnya.
Ia membeberkan alasan KPRI Bina Karya Banyuwangi tetap eksis walaupun sudah berdiri selama 55 tahun. Kebersamaan dan keterbukaan kepada para anggota adalah kunci kemajuan sebuah koperasi. Anggota harus dilibatkan setiap pengambilan keputusan di setiap langkah yang akan diambil KPRI Bina Karya Banyuwangi. “Setiap tahun, diadakan rapat yang melibatkan para anggota agar semua berlangsung secara transparan dan menumbuhkan akebersamaan. Setiap anggota akan dimintai saran seperti apa ke depan langkah yang akan dilakukan untuk memajukan koperasi,” jelas pria yang rambutnya mulai beruban itu.
Asas kebersamaan juga diberlakukan di dalam manajemen KPRI Bina Karya Banyuwangi. Apabila ada anggota yang mengalami kesulitan dalam menjalankan kewajibannya, akan diberikan keleluasaan dalam pelaksanaannya. “Potensi anggota yang seperti itu kurang dari satu persen, karena selain kebersamaan sistem syariah coba kita jalankan sehingga sesuai dengan kaidah agama,” imbuhnya.
Selain itu, kunci agar KPRI Bina Karya Banyuwangi terus eksis adalah selalu mengikuti aturan dan Undang-Undang yang diberlakukan oleh pemerintah. Tanpa mengikuti peraturan dari pemerintah kelangsungan koperasi akan sulit berkembang.
Salah satu kemudahan karena selalu mengikuti peraturan yaitu diberikan bantuan dana oleh pemerintah melalui Bank Jatim, sehingga bisa mengembangkan KPRI menjadi lebih luas bidang usahanya. Sekitar Rp 3 miliar telah dikucurkan dana dari Bank Jatim untuk KPRI Bina Karya Banyuwangi. “Harapan saya dan para anggota adalah, pemerintah memberikan bantuan tidak hanya melalui Bank Jatim saja, akan tetapi juga dari lembaga keuangan lainnya yang tentunya memberikan bunga yang lebih rendah lagi,” ujarnya yang dibarengi senyum.
Satu hal lagi yang rutin dilakukan KPRI Bina Karya Banyuwangi untuk meningkatkan kemampuan para anggota yakni dengan menyelenggarakan pelatihan secara rutin untuk mengetahui koperasi yakni tentang idealisme koperasi, undang-undang koperasi, makna koperasi serta akuntansi dasar. “Hal tersebut dilakukan agar regenerasi pengurus selalu siap dilakukan sewaktu-waktu,” tambahnya. [tam]

Tags: