Kecamatan Sidoarjo Usulkan Musrenbang 90 Persen Pembangunan Fisik

Agustin Iriani. [alikus/bhirawa].

(Banjir di Kecamatan Sidoarjo Sangat Berkurang )
Sidoarjo, Bhirawa
Camat Sidoarjo, Agustin Iriani SH, mengatakan Kecamatan Sidoarjo sudah mengusulkan Musrenbang tahun 2021 mendatang. Sesuai aturan, bobotnya sebanyak 90% untuk keperluan pembangunan fisik dan 10% untuk pembangunan non fisik.
“Sesuai aturan dalam penerapan program PIWK atau Pagu indikatif Wilayah kecamatan, memang begitu,” komentar Agustin, ditemui disela-sela kegiatan Musrenbang tahun 2021 Kec Sidoarjo, Senin (10/2) kemarin, di Kantor Kec Sidoarjo yang sempat dihadiri Wabup Nur Ahmad Syaifudin.
Pembangunan fisik itu misalnya untuk pencegahan banjir, penanganan masalah sampah, dan melakukan rehabilitasi kecil yang tidak bisa tercover oleh OPD terkait. Seperti penerangan jalan lingkungan, membuat RTH atau ruang terbuka hijau dan sentra PKL.
Sementara pembangunan non fisik seperti pencegahan kasus stunting, memberi pelatihan ketrampilan warga kurang mampu, pengembangan BUMDES, Sosialisasi sadar BAB, Kadarkum dan Narkoba.
Menurut Agustin, pembenahan fisik di wilayah Kec Sidoarjo agar terbebas dari banjir saat hujan, sangat penting. Sebab dengan padatnya penduduk, resapan air saat hujan di wilayah Kec Sidoarjo berkurang.
“Makanya Wilayah Kec Sidoarjo itu rawan banjir saat hujan. Tapi Alhamdulilah pada tahun ini sangat berkurang sekali,” ujarnya.
Sampai-sampai pada tahun 2020 ini di Kec Sidoarjo sudah dibentuk Posko siaga bencana. Sejumlah wilayah di Kec Sidoarjo yang biasanya rawan banjir saat hujan, kata Camat Agustin, diantaranya Kelurahan Sidokare, Kelurahan Lemahputro, wilayah Celep, dan Desa Jati yang ada Lippo Plaza.
“Syukur tahun ini, wilayah dalam kota ada banjir yang parah. Kondisinya sangat berkurang dari sebelumnya,” kata Agustin.
Ia menjelaskan banjir di wilayah Celep, itu karena drainase sudah dangkal. Dan kini sudah dikeruk oleh Dinas PUBM dan SDA. Sedangkan kawasan Jasem yang sempat banjir, karena banyak masyarakat membuang sampah dengan sembarangan ke sungai.
Agustin mengatakan, usulan Musrenbang tahun 2021 tersebut berasal dari 14 kelurahan dan 10 desa yang ada di Kecamatan Sidoarjo.
Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, yang hadir dalam kegiatan Musrenbang tersebut sempat memberi arahan agar usulan pembangunan yang diajukan dalam tiap kegiatan Musrenbang adalah suatu kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat.
“Kebutuhan masyarakat. Bukan keinginan satu orang,” katanya. (kus)

Tags: