Kedatangan Vaksin Covid-19 di Tulungagung Mundur

dr Kasil Rohmad

Tulungagung, Bhirawa
Kedatangan vaksin Covid-19 di Kabupaten Tulungagung pada Jumat (22/1) batal terlaksana. Rencananya lagi, vaksin tersebut baru akan tiba di Kota Marmer setelah tanggal 25 Januari 2021.

“Fixed untuk rencana kedatangan vaksin pada Jumat (22/1) batal. Prediksi kami lagi kemungkinan baru datang setelah tanggal 25 Januari,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rohmad, Minggu (24/1).

Menurut dia, dengan mundurnya rencana pengiriman vaksin Covid-19 ke Tulungagung, maka program vaksinasi Covid-19 di daerah tersebut harus menyesuaikan. Tidak berpengaruh pada kesiapan vaksinasi. “Kalau pengirimannya mundur, pelaksanaan vaksinasi juga mundur. Kami menyesuaikan,” tuturnya.

Dokter Kasil Rohmad menduga vaksin Covid-19 batal didistribusikan ke Tulungagung akibat jumlah vaksin yang terbatas. Apalagi jumlah permintaannya lebih besar dari produksi.

“Kami tidak bisa memastikannya. Kemungkinan jumlah jumlah (vaksin Covid-19) yang diproduksi belum mencukupi besarnya permintaan,” paparnya.

Soal apakah nantinya vaksin Covid-19 akan dikirim dari Provinsi Jatim ke Tulungagung atau sebaliknya Tulungagung yang mengambil di Surabaya, mantan Ketua IDI Tulungagung ini juga belum bisa memastikannya kembali. “Kalau rencana pertama dulu kami yang mengambil. Kemudian yang kemarin dan kemudian batal itu rencananya diantar ke Tulungagung. Entah nanti gimana lagi, kami belum tahu,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan pada 2.640 tenaga sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Kabupaten Tulungagung direncanakan bakal tiba di Tulungagung pada Jumat (22/1) lalu.

Dokter Kasil Rohmad menyebut untuk tahap pertama termin pertama Tulungagung akan mendapat vaksin Covid-19 sebanyak 5.280 dosis. Vaksin sejumlah itu diperuntukkan bagi 2.640 tenaga SDM kesehatan dari 6.394 tenagan SDM kesehatan se-Kabupaten Tulungagung.

“Jumlah 5.280 dosis vaksin pada tahap pertama termin pertama merupakan penjumlahan dua kali lipat dari 2.640 tenaga SDM Kesehatan. Sebab setiap tenaga SDM kesehatan bakal mendapat suntikan vaksin sebanyak dua kali,” jelasnya. (wed)

Tags: