Kedatom Tuban Jadi Lahan Parkir Liar

6-FOTO KAKI hud-Kedatom Parkir 1Tuban, Bhirawa
Lazim-nya, sebuah kedai ?makanan yang dijual juga makanan. Akan tetepi berbeda dengan Kedai Dahar Pasar Atom (Kedatom) di kabupaten Tuban yang berada di pintu masuk wisata pantai Boom Tuban. Kedatom, yang semula dibangun untuk keperluan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) saat ini kondisinya semakin memprihatinkan.
Tidak hanya jumlah pedagang dilokasi tersebut yang semakin berkurang, tempat tersebut juga telah beralih fungsi menjadi lahan parkir kendaraan roda dua atau melenceng dari tujuan pembangunan semula. Area yang dibangun Pemkab untuk menunjang keberadaan wisata pantai Boom, dan semestinya untuk tempat istirahat sekaligus menikmati berbagai macam makanan yang dijajakan pedagang, justru menjadi lahan parkir yang tidak sedap dipandang mata.
Kursi dan meja berwarna-warni yang berada di depan warung pedagang untuk pengunjung bercampur dengan kendaraan roda dua yang parkir pemiliknya. “Sekarang gak nyaman, padahal dulu saya pernah ke sini bersih, ini semerawut karena parkir juga di sini, ini mau duduk juga susah campur kendaraan,” kata salah seorang pengunjung asal Kabupaten Lamongan bernama Nina (5/1).
Parkir sepeda tidak hanya di depakn kedatom (Samping tempat meja kursi) namun juga naik di tempat yang seharusnya hanya untuk meja dan kursi pengunjung, tidak heran pengunjung yang akan makan maupun minum harus berbagi tempat dengan kendaraan yang parkir dilokasi itu. “Ini parahnya parkir sampai naik di atas sini, inikan seharusnya untuk pengunjungh yang ingin makan atau minum,” terang Habibi pengunjung lain warga Kecamatan Montong.
Sejumlah masyarakat lain juga mengeluhkan biaya parkir yang tidak masuk akal dan dindikasikan tidak masuk dalam kas pemerintah. “Setiap ada keramaian, seperti tahun baru kemarin, karcis parkir motor sebesar Rp. 5.000;/parkir, sementara sesuai perda dan parkir di area lain sebesar Rp. 500;/parkir,” kata Zuhrotul Amaliyah warga Kelurahan Sidorejo Tuban menceritakan pengelamanya pada Bhirawa (5/1).
Terkait hal ini semua, baik Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Imron Ahmadi dan Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Pemkab Tuban sepertinya sudah bersepakat untuk tidak mau menjawab konfirmasi wartawan.
Tidak hanya dari bhirawa, sejumlah media saat mengkonfirmasi melalui phonsel-nya tidak pernah dijawab, meski terdengar nada handphone mas?ih aktif. “Keduanya saya call hingga lima kali tidak menjawab, saya SMS juga tidak ada balasan hingga saat ini,” kata Lukmanul Hakim salah satu wartawan online di Bumi Wali Tuban ini.
Kedatom Tuban, dibuka dan diresmikan oleh Bupati Tuban Fathul Huda pada April 2013 lalu, untuk tujuan relokasi terhadap 32 PKL yang sebelumnya berjualan di Jalan Yos Sudarso, depan pintu masuk Pantai Boom Tuban. Kedatom yang sebelumnya merupakan pasar Atom disulap menjadi kedai ragam kuliner. Sayangnya tempat yang dibangun itu justru menjadi lahan parkir yang jauh dari tujuan semula. [hud]

Caption foto ; Tampak kendaran motor yang parkir di area makan pengunjung yang semestinya tidak berada dilokasi tersebut. (khoirul huda/bhirawa)

Rate this article!
Tags: