Kedepankan Pembangunan SDM

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Sebab, pembangunan SDM penting untuk menyejahterakan masyarakat, terlebih, tahun 2045 mendatang, negeri ini akan memiliki generasi usia produktif yang makin melimpah. Untuk mencapai terciptanya SDM unggul tersebut, tentunya perlu dibarengi peningkatan taraf pendidikan. Salah satunya, dengan pengembangan pendidikan vokasi, dan menambah skill usia produktif sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.

Terlebih, tantangan dunia kerja semakin berat seiring dengan era bonus demografi. Menurut data statistik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) tahun 2020, angka kasar perkiraan lulusan SMA sebanyak 3,6 juta pertahun, sedangkan yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi (PT) hanya 1,3 juta. Sementara pertahun, PT meluluskan 1,3 juta mahasiswa. Kemudian yang bekerja sebanyak 46 juta dan menganggur sebanyak 9 juta orang. Dari total data tersebut, paling tidak negara harus menyediakan lapangan pekerjaan baru hingga 2 juta pertahun. Itulah, tantangan paling berat yang perlu disiapkan dalam menuju bonus demografi.

Begitupun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, persentase angkatan kerja perempuan yang berpendidikan rendah (SMP ke bawah) lebih banyak dibandingkan laki-laki, sedangkan untuk angkatan kerja dengan tingkat pendidikan menengah (SMA dan SMK), persentase perempuan justru lebih rendah dibandingkan laki-laki. Sementara, dari total 55,5 juta angkatan kerja perempuan, sekitar 16,34 % memiliki pendidikan tinggi. Dari total 84,3 juta angkatan kerja laki-laki, hanya 10,81 % yang memiliki pendidikan tinggi. Sedangkan target yang ingin dicapai pada tahun 2045 adalah meningkatkan rata-rata sekolah menjadi 12 tahun, APK SMA sederajat sebesar 90% dan APK Perguruan Tinggi dapat mencapai 60%.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa untuk mencapai terciptanya SDM unggul di 2045, tentunya perlu dibarengi peningkatan taraf pendidikan. Pasalnya, bekal pendidikan berpotensi mampu mendorong usia kerja untuk masuk ke pasar kerja. Selain itu, pendidikan berperan penting sebagai pembuka pintu SDM untuk mampu berdaya dan berkarya terutama di era digital ini.

Masyhud
Pengajar FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Rate this article!
Tags: