Kejahatan IT Mulai Menyasar Para Pejabat Pemkot Batu

Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso saat melaporkan kasus kejahatan IT yang menimpanya ke Mapolres Batu

Kota Batu, Bhirawa
Media sosial milik Wakil Wali kota Batu, Punjul Santoso disasar penjahatberbasis Information Technology (IT) atau Teknologi Informasi. Media sosial (medsos) milik Wawali Punjul diduplikasi untuk kejahatan penipuan Kini kasus ini sedang ditangani pihak Kepolisian.
Khusus kasus yang menimpa Wawali, pelaku kejahatan IT melakukan aksinya dengan modus menduplikat akun medsos Facebook (FB) miliki Wawali. Kemudian duplikat FB ini disalahgunakan oleh pelaku untuk meraup keuntungan dengan dalih pemberian santunan lewat kegiatan sosial.
Dalam duplikat FB tersebut seolah Wawali mengirim pesan kepada beberapa akun.
“Dalam percakapan, pelaku pemalsu FB saya ini mengatakan seolah saya (Wawali) lagi mengadakan acara pemberian santunan kepada anak-anak panti dan memohon partisipasi kepada akun yang dihubungi. Padahal itu semua tidak benar,”ujar Punjul saat dikonfirmasi, Rabu (30/1).
Dalam modus yang dilakukan, setelah pemilik akun yang dihubungi memberikan respon, pelaku (pemilik FB palsu Wawali) meminta agar dibantu dengan dana semampunya. “Dananya bisa dialokasikan melalui ‘Bank BCA 8905411230 a/n Revita Yolasari. Acara habis Dzuhur ini. Ditunggu infonya segera,”tulis pelaku dalam akun palsunya.
Ketika hal ini diketahui Punjul Santoso, iapun segera memberikan klarifikasi dengan mengirimkan pesan melakui whatsapp (WA) kepada rekan-rekannya. Ia menjelaskan jika ada kiriman melalui messenger media sosial mengatasnamakan Punjul Santoso di mana dalam pesan tersebut meminta partisipasi bantuan dana untuk kegitan sosial apapun, dipastikan itu tidak benar.
“Akun dengan nama Punjull Santoso yang ditulis dengan L dobel, akun tersebut adalah akun palsu. Masalah inipun juga telah saya laporkan ke Polres Batu kemarin (29/1),”tegas Punjul.
Tak hanya menimpa Wakil Walikota, sebelumnya aksi kejahatan berbasis IT juga menimpa pejabat setingkat Kasie dan Kepala Dinas. Sebelumnya, aksi pemerasan disertai penipuan melalui media sosial juga menimpa pejabat setingkat Kasie dan Kadinas di Pemkot Batu.
Sebelumnya yang disasar oleh pelaku kejahatan adalah Kepala seksi (Kasi) dan Kepala Dinas (Kadinas) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Batu. Kasus bermodus pemerasan dengan kedok penipuan tersebut menimpa Kadinas DLH Arief Asshidiq, dan Kasi Pelayanan Kebersihan DLH, Bambang Iswondo.
“Saya juga pernah dimintai bantuan uang, dan waktu itu si oknum meminta agar ditransfer saja, tapi saya ajak ketemuan tidak mau. Bahkan setelahnya mengatakan kata-kata kasar yang tidak pantas untuk di ucapkan,” ujar Arief Asshidiq.
Hal senaga juga pernah dialami Bambang Iswondo. Ia mengaku mendapatkan teror melalui SMS oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pengirimnya mengaku sebagai wartawan, dan menyebutkan pula nama medianya. Kemudian pelaku meminta bantuan uang untuk biaya berobat operasi jantung temannya.
“Awalnya ingin saya bantu. Tapi gak jadi, karena si pengirim SMS itu tiba-tiba mengirim pesan kata-kata kotor yang tidak pantas untuk di ucapkan,” ungkap Bambang.(nas)

Tags: