Kejaksaan Belum Tahan Sebelas Tersangka Raskin

KejaksaanPamekasan, Bhirawa
Pasca Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, menetapkan 11 (sebelas) orang tersangka diduga terlibat kasus raibnya 1.504,7 ton beras untuk rakyat miskin (raskin), belum satu orang tersangka pun yang ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan.
Pihak Kejaksaan sementara ini masih menindaklanjuti keputusan Kajati Jatim itu dengan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. “Kami kini sedang memeriksa 4 (empat) orang tersangka, semuanya dari internal Sub Dolog XII Madura di Pamekasan,” kata Kepala Kajari Pamekasan, melalui Kasi Pidsus, Samiaji, SH, kepada Bhirawa di ruang kerjanya, Senin (19/1).
Ditegaskannya, dari 11 orang tersangka itu, masih belum satu orang pun yang ditahan. Kasus korupsi beras raskin dari penyelidikan ditingkat menjadi penyidikan harus terus kami dalami untuk kelengkapan demi menyelesaikan berkasnya.
”Para tersangka selama menjalani pemeriksaan tidak harus ditahan asal koorporatif dan tidak mengganggu prosesnya pemeriksaan,” ujar Samiaji, juga didampingi Kasi Intel Kejari Pamekasan, Firmansyah, SH.
Berdasar press riliase Kejati Jatim, bahwa kasus korupsi yang melibatan 11 orang tersangka yang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap masyarakat, yakni bermula ditemukan  raibya 1.504.716,07 kilogram atau 1.504,7 ton beras bersubsidi senilai Rp. 12.109.488.489.38 di Perum Bulog Larangan Tokol Sub Divre XII Madura wilayah Pamekasan.
Beras raskin yang diduga dilakukan oknum secara bertahap dari tahun ke tahun, diduga melibatkan para tersangka, yaitu Suharyono (Kepala Bulog Sub Divre XII Madura) Prayitno (Wakil Kepala Bulog Sub Divre XII Madura), Eki Youri Sutriono (petugas Adm Bulog Sub Divre XII Madura), Heriyanto Ali Sabri (Pengawas internal Bulog) Shohibul Muniri (mitra UD Perpadi), Pardi (Penghubung) dan Marzuki (mitra: UD Dua Anak dan UD Vina Jaya) dan Kardiono (mantan Kepala Gudang Bulog Sub Divre XII Madura). Sedang lain KAD, IDP dan SUN (pemilik PT Pansia).
Lebih lanjut Kasi Pidsus, menjelaskan, pemeriksaan 11 orang tersangka akan dilakukan secara meraton tanpa ada target. Terpenting pemeriksaan ini secepatnya dapat diselesaikan agar segera dinaikkan ketingkat penuntutan. “Kejaksaan dalam mempercepat proses pemeriksaan mengerahkan 6 orang Jaksa penyidik. Kami kini sudah mulai pemeriksaan, semoga kasus ini cepat disidangkan,” tambahnya. [din]

Tags: