Kejari Batu Kota Terbitkan SP Penyidikan Dugaan Korupsi BPHTB dan PBB

Kantor Kejari Batu siap menerima laporan temuan adanya praktek pidana korupsi

Kota Batu,Bhirawa
Setelah melalui proses penyelidikan, akhirnya dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pemungutan pajak daerah ditetapkan sebagai kasus penyidikan. Penetapan ini dilakukan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu menemukan bukti awal yang cukup untuk menunjukkan adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Diketahui, dugaan tindakan korupsi yang ditemukan ini berupa penyimpangan dalam pungutan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Adapun kasus ini ditemukan terjadi di Badan Keuangan Daerah Kota Batu pada tahun 2020.

“Setelah kita melakukan penyelidikan, hasilnya telah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup yang mengarah adanya peristiwa dugaan tindak pidana korupsi,”ujar , Kajari Kota Batu, Dr Supriyanto SH MH, Selasa (18/1).

Dengan adanya bukti awal ini maka Kejari Batu memutuskan untuk memasukkan kasus ini ke tahap penyidikan. Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan hasil penyelidikan telah ditemukan bukti permulaan yang memadai terkait adanya penyimpangan. Dan penyimpangan yang terjadi mengarah pada tindak pidana korupsi.

Para Penyidik Kejari Batu merasa perlu dilakukan tindakan penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti maupun barang bukti dalam dugaaan kasus korupsi ini.

“Dengan melakukan penyidikan akan membuat terang terkait tindak pidana yang terjadi, dan sekaligus untuk menentukan siapa tersangkanya,”jelas Kajari.

Diketahui, sebelum meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan, Kejari Batu juga telah melakukan forum ekspos atau gelar perkara atas hasil penyelidikan. Dan berdasarkan forum ekspos tersebut semua sepakat untuk meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan. Akhirnya, diterbitkanlah Surat Perintah (SP) Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Batu No : Print-01/ M.5.44/ Fd.1/. 01/ 2022 tanggal 17 Januari 2022.

Setelah penerbitan Surat Perintah Penyidikan ini, kini tim penyidik mulai melakukan tindakan penyidikan. Hal ini dilakukan dengan memanggil para saksi, ahli, dan mencari surat dan barang bukti. Penyidik juga melakukan koordinasi dengan auditor untuk memastikan berapa besar kerugian Negara dalam kasus dugaan pidana korupsi ini.(nas.gat)

Tags: