Kejari Gresik Tetapkan Kepala Diskoperindag Tersangka Dana Hibah UMKM Rp17,6 M

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag Malahatul Farda.

Gresik, Bhirawa.
Kejaksaan Negeri (Kejari), menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi bantuan hibah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tahun 2022. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag Malahatul Farda. Dan Direktur CV Alam Sejahtera Abadi dan CV Ratu Abadi, Riyan Febrianto.

Keduanya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan hibah UMKM, model e-katalog di dinkop UM dan perindag. Anggarannya bersumber dari APBD perubahan gresik tahun 2022, sebesar Rp17,6 miliar.

Kepala Kejari Gresik Nana Riana mengatakan, bahwa penyidikan dan hasil pemeriksaan dugaan korupsi hibah UMKM tahun anggaran P-APBD 2022. Anggaran hibah UMKM Rp 19 M, diperuntukkan untuk 782 penerima hibah, yang berhasil direalisasikan 17 M untuk 774 pelaku UMKM.

“Tersangka MF (Malahatul Farda), ditetapkan tersangka setelah menjalalani tiga kali pemeriksaan. Sementara RF ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan mulai pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WIB, Selasa (28/11). RF langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Banjarsari, Kecamatan Cerme, selama 20 hari ke depan. Sementara MF belum dilakukan penahanan.”Ujarnya.

Proses penyidikan kasus tersebut, telah melakukan pemeriksaan 340 kelompok usaha mikro (KUM). Sebanyak 172 KUM yang ditangani oleh CV Alam Sejahtera Abadi dan CV Ratu Abadi dengan total anggaran Rp3,7 miliar.

Ditemukan empat bentuk penyimpangan, yaitu barang yang diterima tidak sesuai dengan barang yang dimohonkan para penerima. Tidak sesuai spek, barang yang diterima tidak seusia secara kuantitas, harusnya menerima barang, tapi ini berbentuk uang. Akibat dari penyimpangan tersebut, muncul kerugian negara senilai Rp 960.285.846.

“Penyidik menemukan dua alat bukti khusus, untuk menentukan tersangka. Untuk MF sudah tiga kali diminta keterangan, yang jelas Kepala Dinas memiliki peran sebab terjadinya empat penyimpangan. Untuk anggota DPRD, belum mengarah kesana sebab penyidikan masih penyedia, kepala dinas, dan instansi terkait,” ungkapnya.

Kasi Pidsus Kejari Gresik Alifin Nurahmana Wanda, bahwa penetapan tersangka masih berpotensi bertambah. Masih ada sisa 10 pihak penyedia yang akan dilakukan tindak lanjut penyidikan, sebab dari auditor ada kerugian negara Rp 1, 7 M, akumulasi dari 12 penyedia.

“Dari 10 penyedia masih nunggu giliran, kedua tersangka pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU momor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.”Imbuhnya. (kim.hel).

Tags: