Kejari Kota Batu Beri Kepastian Hukum Guru Laksanakan Tugas Profesi

Suasana Sarasehan HUT PGRI Ke-78 yang digelar di Hall Arjuna Selecta Kota Batu, Rabu (6/12).

Kota Batu, Bhirawa
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu memberikan kepastian hukum kepada para guru di kota ini dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Hal ini ditegaskan Kajari Kota Batu, Didik Adyotomo SH MH saat menjadi pemateri dalam Sarasehan HUT PGRI Ke-78 yang digelar di Hall Arjuna Selecta Kota Batu, Rabu (6/12).

HUT PGRI yang kali ini digelar sekalian memperingati Hari Guru Nasional tahun 2023 Tingkat Kota Batu mengusung tema ‘Mengawal Martabat Guru Melalui Penjaminan dan Perlindungan Profesi Guru’. Dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batu sebagai penyelenggara sengaja menghadirkan Kajari Kota Batu sebagai pembicara untuk menambah wawasan hukum kepada para pendidik di Kota Wisata ini.

Kajari memaparkan bahwa guru di Kota Batu harus memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesiannya. “Dan sesuai undang- undang, pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugasnya,” kata Didik dalam.paparannya.

Ia menjelaskan bahwa perlindungan yang dimaksud meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu para pendidik dan tenaga kependidikan juga berhak memperoleh perlindungan hukum terhadap hak atas hasil kekayaan intelektual.

Terkait dengan bantuan hukum, kajari menjelaskan terkait pentingnya peranan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) terhadap Guru. Dalam hal ini meliputi, bertindak aktif dalam memberikan perlindungan hukum bagi guru, baik diminta maupun tidak diminta.

Kemudian OBH juga melakukan tugas konsultasi dan bantuan hukum berdasarkan pengaduan dari guru. Melaksanakan konsultasi dan bantuan hukum tanpa diminta melalui sosialisasi dan penyuluhan hukum dalam rangka meningkatkan kesadaran atas hak dan kewajiban guru.

“Selain itu Organisasi Bantuan Hukum juga bekerja sama dengan instansi terkait dalam upaya mewujudkan perlindungan guru,” tambah Didik.

Sementara, Penjabat (Pj) Walikota Batu yang juga hadir dalam Sarasehan PGRI Kota Batu ini menambahkan bahwa beban seorang guru sangat berat dalam mendidik anak. Hal ini membuat kondisi rentan adanya kesalahpahaman di antara para orang tua dalam menyikapi adanya tindakan yang tidak di sukai oleh para Guru di sekolah.

Padahal seorang guru dituntut harus membentuk karakter dari anak didiknya. Namun dalam hal pembentukan karakter dari seorang anak didik tersebut lebih banyak dipengaruhi dari lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.

Melalui momentum peringatan HUT PGRI kemarin, diharapkan dapat dimaknai sebagai momentum untuk berbenah ke arah yang lebih baik lagi, baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun kompetensi dan kemampuan para guru di Kota Batu.

“Semoga kedepan semakin baik lagi, dengan cara cara guru membuka diri dan punya keinginan yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan meningkatkan kompetensi para guru,” harap Aries. [nas.why]

Tags: