Kejari Kota Kediri Bekali Siswa SMAN 8 Ilmu Hukum

Kota Kediri, Bhirawa
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri memberikan Penyuluhan Hukum yang dikemas dalam Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Program JMS ini diberi nama Sosialisasi Edukasi Mahasiswa Pelajar dan Masyarakat sebagai Duta Adhyaksa Kejaksaan Negeri Kota Kediri ( Sekartaji).
Menurut Kasi Intel Kejari Kota Kediri, Zalmianto SH, program ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan penerangan hukum kepada masyarakat, siswa sekolah, mahasiswa, pemuda dan karang taruna, para pedagang, usahawan.
Zalmianto menjelaskan, kegiatan ini rutin dilakukan per triwulan, kali ini dilaksanakan di SMAN 8 Kota Kediri, Output JMS ini memberikan pengenalan dan pemahaman hukum kepada para siswa, diharapkan setelah diberikan pemahaman hukum tentunya tidak akan melanggar hukum sesuai dengan tujuan dari penyuluhan hukum ini.
“Kedepan setelah para siswa mendapat pemahaman hukum harapannya para siswa ini dapat menjadi Duta Adhyaksa yang akan menyampaikan pesan hukum kepada temannya, keluarganya dan lingkungan masyarakat tempat tinggalnya,” jelas Zulmianto.
Zulmianto menegaskan, banyak talenta dari para siswa yang bisa dikembangkan terkait dengan penyampaian pesan hukum seperti membuat sebuah lagu, karya tulis seperti puisi, gambar dan membuat film pendek tentang hukum, dan trend anak muda sekarang bisa memberikan penyuluhan hukum dalam bentuk tiktok.
“Materi yang kami berikan tentunya yang relevan dengan para siswa yaitu pengenalan Kejaksaan, bullying, kenakalan remaja, dan trend sekarang yaitu terkait UU ITE agar siswa sekolah dapat bijak dalam bermedsos,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 8 Kota Kediri, Roziq mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan JMS ini, sebab memiliki nilai yang sangat positif dan bermanfaat agar siswa bisa mengenali bermacam macam persolan tentang hukum.
“Ini menjadi pelajaran yang sangat baik untuk kami dan para siswa. Karena kami dan para siswa mengenali hukum, artinya para siswa akan mengerti tindakannya itu, apakah melanggar hukum atau tidak,” katanya.
Karena saat ini, jelas Roziq, masih masa pandemi Covid 19, JMS dilakukan secara Daring , dimana para siswa berada di rumahnya masing – masing dan secara Luring atau perwakilan dari beberapa siswa OSIS datang ke sekolah bersama – sama dengan para guru pendamping. [van]