Kejari Perak Eksekusi Terpidana P2SEM

terpidana P2SEMSurabaya, Bhirawa
Mantan adik ipar salah satu anggota Komisi C DPRD Jatim, tak dapat mengelak saat tim Jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak mengeksekusinya di rumahnya di pare kabupaten Kediri. Ratno Edi Sulistyowidi Asmono (28) adalah  terpidana kasus Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).
Tim Jaksa eksekutor Kejari Tanjung Perak yang terdiri dari Ferdi Ferdian, Rotua Puji dan Ahmad Wirawan. Berangkat menjemput Ratno pada pukul 07.00 WIB, Rabu (2/7). Penangkapan Ratno dilakukan dikediamannya sendiri yakni di Jl Nusa Indah No. 09 RT 005/RW 002, Tulungrejo, Pare Kediri.
Kasi Pidana Khusus Kejari Tanjung Perak Bayu Setyo, saat dikonfirmasi menjelaskan jika penangkapan terhadap Ratno untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung Nomor 947 K/Pid.Sus/2013 yang menyatakan menolak kasasi terpidana. Putusan itu diadili secara sendiri oleh MA pada 23 Juli 2013 lalu.
“Tim eksekutor kami, berhasil melakukan eksekusi terhadap terpidana kasus korupsi P2SEM,” terangnya kepada wartawan, Rabu (3/7).
Menurutnya, putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah dibacakan pada tahun lalu, memang baru tiba di Surabaya dan diterima pihak Kejaksaan belum lama ini. Putusan tersebut sekaligus menguatkan vonis hakim Pengadilan negeri (PN) Surabaya pada Agustus 2011 lalu. Duduk sebagai Majelis Ketua Hakim Agung adalah Zaharuddin Utama.
“Dilakukan penahanan selama 1,5 tahun penjara serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan sebagaimana putusan MA,” jelas Bayu.
Terpisah, Jaksa Ferdi Ferdian menerangkan, pihaknya tiba di Lapas Porong pukul 13.00 WIB. Didampingi dengan pejabat Lapas terkait, Ratno langsung menjalani proses administrasi untuk selanjutnya ditahanan di sel khusus untuk beradaptasi selama sepekan.
Berdasarkan penjelasan Ferdi, Ratno saat itu berada di rumahnya hanya bersama sang adik. Tak membutuhkan waktu lama, terpidana langsung berpamitan dan menjalani perintah jaksa untuk masuk mobil operasional kejaksaan guna menuju Lapas Klas I di Porong. “Saat dieksekusi, terpidana sangat kooperatif. Sehingga tidak ada hambatan dalam eksekusi ini,” urainya.
Terkait berkas perkara yang melibatkan kakak kandung Ratno, Ratna Eni Sulistyowidi Asmono, Ferdi mengaku belum menerima. Berdasarkan info, berkas telah diputuskan namun untuk salinannya belum tiba di Surabaya. “Belum kami terima,” tegasnya.
Ratna Eni Sulistyowidi dan adik kandungnya, Ratno Edi Sulistyowidi, diseret menjadi pesakitan karena menyelewengkan dana P2SEM senilai Rp 225 juta yang diterima dari Bapemas melalui LPPM Adi Luhung yang beralamat di Jl Dupak Pasar Baru No. 26 Surabaya, pada 2008 silam. Saat itu, Ratno merupakan Sekretaris Pemberdayaan Potensi Masyarakat.
Dalam putusan MA, disebut jika kakak-beradik ini menyelewengkan dana P2SEM hingga mencapai Rp 217,3 juta. Dengan kata lain, Rp 7,6 juta lah yang dipergunakan LPPM Adi Luhung sebagaimana berkas dari Bapemas.
Untuk diketahui, saat kasus ini mencuat, Ratna merupakan istri Anggota Komisi C DPRD Jatim Basuki Babussalam yang pada tahun tersebut diduga sebagai perekomendasi dana P2SEM ke dewan povinsi. Ratna dalam susuan kepengurusan LPPM Adi Luhung yang bergerak di bidang pupuk dan makanan olahan, menjabat sebagai bendahara.
Ratna juga mendapatkan vonis yang sama di MA. Hanya saja, karena peran keduanya berbeda, maka jaksa Kejari Tanjung Perak saat itu memisah berkas perkara keduanya hingga sampai pada persidangan di PN Surabaya. [bed]

Rate this article!
Tags: