Kejari Perak Terkesan Tutupi Edentitas Tersangka Dana BOS

awasi-dana-BOS-84987052Kejari Perak, Bhirawa
Meski sudah ditetapkan naik level penyidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak masih merahasiakan nama tersangka dugaan penyalagunaan dana Bantuan Operasional Sosial (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) salah satu MI (Madrasah Ibtidaiyah) di kawasan Surabaya Utara.
Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak Bayu Setyo Pramono melalui Kasi Datun, Dodik Mahendra membenarkan pihaknya masih merahasiakan nama tersangka kasus yang merugikan Negara Rp 250 juta itu. Diakuinya pengusutan kasus dugaan korupsi di salah satu MI ini sudah naik level ke penyidikan.
“Pengusutan kasus dugaan penyalagunaan dana BOS, resmi naik ke penyidikan. Selanjutnya tim pidsus akan mengumpulkan bukti tambahan untuk menentukan tersangkanya,” terang Dodik Mahendra kepada wartawan, Senin (12/1).
Mengenai calon tersangka dalam kasus ini, Dodik enggan merincikan hal ini. Menurutnya, siapakah pihak yang paling bertanggungjawab atas kasus ini, tentunya akan diungkap setelah tim pidsus berhasil mengumpulkan setidaknya dua alat bukti. Terpenuhinya dua alat bukti dalam penyidikan, dinilai efektif dalam penentuan tersangka.
Ditegaskan Dodik, penetapan tersangka kasus ini oleh penyidik paling lama sekitar dua minggu. sementara batas waktu penetapan tersangka, masih kata Dodik, tidak ada target waktu dalam penetapan tersangka. Tapi, penyidik berharap dalam waktu singkat akan menetapkan siapa saja tersangka dalam kasus ini.
“Penyidik inginya lebih cepat lebih baik. Tapi, penyidik masih perlu menemukan dua alat bukti lagi guna merujuk pada penetapan tersangka,” kata Kasi Datun Kejari Tanjung Perak.
Terkait berapa tersangka yang akan ditetapkan dalam kasus ini, Dodik mengaku bahwa tersangka bisa berapa saja. Hal itu tergantung dari tambahan bukti yang memperkuat siapa saja yang berhak dijadikan tersangka dalam kasus yang diperkirakan merugikan negara sebanyak Rp 250 juta. “Jumlah tersangka kan bisa berapa saja, tergantung dari tambahan alat bukti yang didapat penyidik,” ucap Dodik.
Dodik juga menambahkan, sebelum masuk ke level penyidikan, tim memeriksa satu saksi kunci yang akan membongkar siap saja tersangkanya. Sayangnya, Ia enggan menjelaskan siapakah saksi kunci tersebut.
“Pastinya, satu saksi ini merupakan kunci dari kasus ini, dan harus dilindungi. Yang bersangkutan juga dibutuhkan dalam penyidikan ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, penyidik memeriksa seorang pejabat setingkat Kepala Seksi di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya. Pejabat tersebut yang menangani pencairan dana Bopda dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk Madrasah.
Dalam pemeriksaan itu, pejabat tersebut langsung berhadapan dengan dua orang Jaksa sekaligus. Pejabat yang masih sebatas sebagai saksi ini ditemani seorang staf yang membawa berbagai berkas guna mempermudah menjawab pertanyaan dari jaksa penyidik. [bed]

Tags: