Kejari Surabaya Bantah Berkas PD Pasar Surya Hilang

uploads--1--2014--08--14180-ilustrasi-berkas-kejaksaan-kembalikan-narkoba-oknum-sekwan-dprd-surabayaKejari Surabaya, Bhirawa
Terkait pemberitaan yang menyoroti hilangnya berkas dugaan korupsi tunjangan Direksi PD Pasar Surya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, dibantah. Kasi Pidsus Roy Revalino mengaku berkas kasus dugaan korupsi di tahun 2010 itu tidaklah hilang.
Menurut Roy, berkas perkara PD Pasar Surya tidaklah hilang, melainkan berada di penyimpanan dokumen-dokumen perkara yang diusut Kejaksaan. Hal ini diperkuatnya dengan adanya register yang menyatahkan berkas dugaan korupsi PD Pasar Surya masih ada dipenyimpanan dokumen Kejari Surabaya.
“Diregister Kejaksaan tercantum berkas penyidikan kasus PD Pasar Surya. Jadi berkas itu tidaklah hilang, melainkan ada dipenyimpanan dokumen,” terang Roy Revalino kepada wartawan, Selasa (11/11).
Diakui mantan Kepala Seksi Intelijen di Kejari Cimahi ini, jabatan baru sebagai Kasi Pidsus yang baru saja dilantik ini, membuatnya harus memetakan segala pengusutan perkara yang ditinggalkan oleh Kasi Pidsus yang lama. Namun, Ia akan tetap mengusut kasus tunjangan direksi PD Pasar Surya yang sudah menyeret empat mantan direksinya.
Lanjut Roy, pihaknya juga memfokuskan penuntasan perkara MERR II C yang sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (10/11) lalu. “Tim pidsus memang memfokuskan pada penuntasan perkara MERR II C. Selanjutnya kami akan meneliti berkas perkara PD Pasar Surya,” kata Roy.
Disinggung tindaklanjut berkas perkara PD Pasar Surya, Roy mengaku bahwa dirinya akan mempelajari terlebih dahulu berkas itu. Nantinya, Ia akan menentukan sikap terkait penyidikannya, apakah dilanjutkan atau tidak. Sebab, atasan (Kajari Surabaya) memerintahkan agar dirinya segera menuntaskan semua perkara korupsi yang ada di Kejari Surabaya.
“Saya teliti dulu berkasnya, beri saya waktu. Kan saya juga baru berapa minggu menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Surabaya,” tegasnya.
Sementara Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto menambahkan, berkas tersebut tidaklah hilang. Namun, berkas berada perkara korupsi itu berada dipenyimpanan data dan dokumen milik Kejari Surabaya. “Diregister Kejari Surabaya tercantum jelas bahwa berkas dugaan korupsi PD Pasar Surya masih ada,” tambahnya.
Menurut Romy, adanya simpang siur hilangnya berkas ini dikarenakan penanganan perkara ini masih ditangani oleh Kasi Pidsus yang lama. Sedangkan saat ini posisi Kasi Pidsus Kejari Surabaya baru saja terisi. Jadi, Kasi Pidsus yang baru perlu memetakan dan mempelajari perkara korupsi apa saja yang sedang diusut Kejaksaan.
“Berkasnya bukan hilang. Cuma Kasi Pidsus yang baru ini, perlu mempelajari penanganan perkara apa saja yang sedang diusut Kejari Surabaya,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, kasus ini diusut Kejari Surabaya sejak tahun 2010, di masa kepemimpinan Fadil Zumhana. Kasus diusut berdasarkan laporan hasil audit BPK tahun 2009 yang menyebutkan ada kelebihan duit tunjangan direksi di PD Pasar Surya sebesar Rp 200 juta yang tidak dikembalikan kepada negara. [bed]

Tags: