Kejari Surabaya Tambah Tersangka Dugaan Korupsi MERR

merr-II-CKejari Surabaya, Bhirawa
Kajari Surabaya kembali menetapkan empat tersangka baru  kasus dugaan korupsi pelepasan lahan MERR II C Gununganyar, Surabaya.  Meski belum mengungkap gamblang identitas empat tersangka   tersebut, namun hampir dipastikan mereka bakal menyusul sebagai terdakwa dalam kasus yang sama di Pengadilan Tipikor.
Penyidik Kejari Surabaya tenga melakukan pengembangan kasus ini dan kembali menetapkan tersangka yang berjumlah empat orang ini. Adapun ke empat tersangka ini adalah EM, HH, HF, dan S.
“Penyidik kembali menetapkan empat orang tersangka dengan inisial EM, HH, HF, dan S,” terang Kajari Surabaya Tomo Sitepu saat rilis di Kejati Jatim, Rabu (14/1).
Saat ini telah ada tiga terdakwa  kasus tersebut sedang menjalani persidangan  pengadilan Tipikor Surabaya .Ketiga terdakwa yakni Djoko Walujo, Olli Faisol, dan Euis Darliana.
Terkait jabatan dari ke empat tersangka baru itu , Tomo enggan membeberkan hal tersebut. Menurutnya, dari ke empat tersangka ini, penyidik sedang melakukan pengembangan kembali untuk menentukan adakah tersangka lainnya dalam kasus ini.
“Yang pasti penyidik masih mengembangkan kasus ini,” ungkap Kajari beradarah Batak itu.
Senada dengan Kajari Surabaya, Kasi Pidsus Kejari Surabaya Roy Revalino kepada Bhirawa mengungkapkan, sesuai perintah pimpinan (Kajari), pihaknya hanya dapat menyebut inisial empat orang tersangka itu. Mengenai jabatan dari ke empatnya, Roy enggan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
“Sementara hanya inisial empat tersangka dulu. Sebab, jika dibuka jabatan ke empatnya, ditakutkan akan mengganggu proses pengembangan penyidikan yang kami lakukan,” ungkap Roy.
Mantan Kasi Intelijen Kejari Cimahi, Jawa Barat ini menambahkan, saat ini tim sedang gencar melakukan pengembangan kasus MERR. Ditakutkan, apabila jabatan ke empat tersangka diungkap, maka proses pengembangan yang dilakukan tim penyidik akan terganggu. Sebab, pengembangan ini bakal merujuk kepada adanya dugaan tersangka tambahan.
Lanjut Roy, alasan itulah yang mengharuskan dirinya menutup rapat informasi terkait jabatan dari empat tersangka MERR yang baru. “Biarkan dulu proses pengembangan penyidikan berjalan. Pada saatnya akan kami informasikan jabatan dari ke empat tersangka ini. Sementara itu dulu informasi yang dapat kami berikan,” imbuh Roy.
Sebelumnya terdakwa Djoko Waluyo dan Olli dijerat dengan empat pasal, yaitu Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Penjeratan Pasal 2 itu karena Jaksa menganggap tersangka memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.
Sedangkan untuk Pasal 3, ancaman hukuman minimal setahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Intinya, menyalahgunakan kewenangan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri dan dapat merugikan keuangan negara. Dan Pasal 4 Undang-Undang TPPU, terkait temuan penyidik atas penyembunyian hasil kejahatannya di bank.
Sementara untuk tersangka Euis hanya dijerat Pasal 2 Undang-undang tindak pidana korupsi. Alasannya, penyidik tidak menemukan bukti upaya pencucian uang yang dilakukannya. [bed]

Tags: