Kejati Jatim Sidik Dugaan Korupsi Pembobolan Rp5,87 Miliar Uang Nasabah Bank Jatim

Mia Amiati

Kejati Jatim, Bhirawa
Menjelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pembobolan rekening nasabah Bank Jatim senilai Rp5,87 miliar.

Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Mia Amiati menjelaskan, kasus itu diduga dilakukan oleh oknum pegawai Bank Jatim Cabang Pembantu (Capem) Pesanggaran, Banyuwangi berinisial SA. Staff bank yang berposisi sebagai teller ini telah memanipulasi data 50 data nasabah secara tidak sah dalam kurun waktu Juli 2015 hingga Oktober 2021.

Saat itu, sambung Mia, SA melakukan transaksi pendebetan dana rekening yakni pada 50 nasabah tabungan. “SA juga (melakukan) pencairan (break) deposito tanpa sepengetahuan nasabah pada empat rekening deposito,” kata Kajati Jatim, Mia Amiati, Rabu (6/12).

Ditambahkannya, penarikan tersebut dilakukan SA dengan cara menandatangani slip penarikan 50 nasabah. Dimana seolah-olah dilakukan oleh nasabah sendiri. Dan hal tersebut dilakukan SA selama periode 2015-2021 sejumlah Rp5,87 miliar.

“Jika ada nasabah yang akan mengambil uangnya, SA mentransfer ke rekening nasabah tersebut. Ada juga yang diambilkan dari rekening nasabah lain langsung pindah buku ke rekening nasabah yang akan menarik uangnya,” beber Mia.

Masih kata Mia, dari jumlah Rp5,87 miliar tersebut, SA telah mengembalikan ke rekening nasabah yang ditarik sejumlah Rp3,52 miliar. Jumlah tersebut untuk 35 nasabah. Sehingga, masih terdapat 15 nasabah yang dananya masih belum dikembalikan oleh SA dengan total Rp2,35 miliar. “Sehingga perbuatan SA merugikan negara (Bank Jatim) sejumlah Rp2,35 miliar,” tegasnya.

Saat ini, Mia menegaskan, penyidik Pidana Khusus Kejati Jatim telah menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print -1634/M.5/Fd.1/11/2023 tanggal 13 November 2023. Sebelumnya, kasus tersebut masuk ke ranah penyelidikan berdasarkan Sprinlid Nomor: Print-1145/M.5/Fd.2/08/2023 tanggal 8 Agustus 2022 yang lalu.

Kendati terbukti merugikan negara, dalam kasus ini belum ada penetapan tersangka. “Saat ini kami masih belum menetapkan tersangka. Tapi kami yakin ada titik terang bahwa ada peristiwa pidananya,” pungkasnya. [bed.iib]

Tags: