Kejati Jatim Urai Benang Kusut Pemain Proyek Lewat PPHP

3-Jaksa Trimo selaku Ketua tim penyidik pidsus Kejati Jatim saat memeriksa saksi-saksi dari Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Selasa (27,1). abednegoSurabaya, Bhirawa
Pemeriksaan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kepada lima orang saksi dari Kanwil Kemenag Jatim berjalan lancar. Kelima orang yang merupakan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) proyek mes santri Kemenag Jatim ini, memenuhi panggilan penyidik.
Setibanya di Kantor Kejati Jatim sekitar pukul 10.00 WIB, kelimanya langsung menuju ke lantai 5 gedung pidana khusus. Kelimanya diperiksa satu per satu oleh tim Jaksa dari pidsus Kejati Jatim. Inti dari pemeriksaan ini adalah terkait kasus proyek pembangunan gedung mes di santri Kanwil Kemenag Jatim dan pengungkapan pihak ‘nakal’ yang bermain dalam proyek ini.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejati Jatim Muhammad Rohmadi membenarkan, pemeriksaan telah dilakukan oleh lima orang dari PPHP. Namun, Rohmadi enggan merincikan materi dari pemeriksaan yang dilakukan tim pidsus Kejaksaan. Ia mengaku pemeriksaan masih sama, yakni terkait proyek pembangunan mes tersebut.
“Kelimanya kami periksa sesuai dengan tupoksinya. Terlebih pada temuan yang ada pada proyek pembangunan mes itu,” kata Rohmadi kepada Bhirawa, Selasa (27/1).
Terkait pemeriksaan selanjutnya, Rohmadi mengaku masih meneliti keterangan dari lima orang saksi dari PPHP. Disinggung adakah tersangka baru dalam kasus ini, Rohmadi mengaku masih memfokuskan pada penambahan alat bukti.
“Tunggu sampai tim mendapatkan alat bukti baru. Kan tim pidsus baru saja melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi PPHP,” ujar Rohmadi.
Sementara ketua tim penyidik kasus ini, Jaksa Trimo mengaku bahwa kelimanya diperiksa secara bergantian. Nantinya keterangan dari kelimanya diharap dapat mempercepat proses penyidikan. Terlebih pada dugaan adanya keterlibatan pihak-pihak yang mengakibatkan adanya penyalagunaan dalam proyek pembangunan ini.
Lanjut Trimo, keterangan kelimanya akan dikumpulkan dan ditampung oleh penyidik. Selanjutnya akan didalami, apakah ada keterlibatan pihak lain atau tidak. Disinggung terkait materi khusus pada pemeriksaan ini, senada dengan Kasis Pidsus, Trimo enggan merincikan materi apa yang ditanyakannya kepada saksi-saksi.
“Intinya, kami hanya menanyakan materi-materi terkait proyek pembangunan gedung tersebut. Semoga pada pemeriksaan ini dapat memperjelas dugaan penyalagunaan yang sedang diusut Kejaksaan,” ungkap Trimo.
Sebagaimana diberitakan, usai meningkatkan status perkara ke penyidikan, tim penyidik pidsus Kejati Jatim menggeledah Kantor Kemenag Jatim, Senin (19/1) lalu. Dalam penggeledahan, tim pidsus berusaha mencari dan megumpulkan bukti adanya dugaan penyimpangan yang sedang diusut oleh pidsus Kejaksaan.
Adapun penyimpangan yang terjadi terletak pada proyek pembangunan gedung A dan B mes santri. Proyek yang dilaksanakan tahun 2013 ini, mendapat anggaran sebesar Rp 14,4 miliar. Dari anggaran sebesar itu, diketahui bahwa proyek pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada. Bahkan, banyak ditemukan kerusakan pada bangunan tersebut. [bed]

Keterangan Foto : Jaksa-Trimo-selaku-Ketua-tim-penyidik-pidsus-Kejati-Jatim-saat-memeriksa-saksi-saksi-dari-Panitia-Penerima-Hasil-Pekerjaan-PPHP-Selasa-271.[abednego/bhirawa].

Tags: