Kekeringan Capai 28 Juta Ha

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Tak Pengaruhi Target Produksi Tanaman Pangan
Pemprov, Bhirawa
Kemarau panjang akibat El Nino yang terjadi di Jatim berdampak pada lahan pertanian. Kini jumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan terus meluas mencapai lebih dari 28 ribu hektar. Padahal di pertengahan tahun ini sekitar 20 hektar saja yang dilanda kekeringan.
Meski demikian, kekeringan panjang pada tahun ini tak akan berpengaruh pada target produksi tanaman pangan di Jatim. Karena petani sudah sadar ketika aliran air sudah sulit, mereka langsung beralih menanam komoditas pertanian lain.
‘’Kebanyakan petani yang tahu lahannya alami kekeringan maka menanam komoditi lain yang tak memerlukan air banyak, seperti semangka, garbis, kedelai, pacang ijo ataupun kacang tunggak,’’ kata Kepala Distan Jatim melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Ir Achmad Nurfalakhi.
Selain itu, optimisme ini juga didukung naiknya produktivitas padi di Jatim dari 60 kwintal per hektar menjadi 62,62 kwintal per hektar.  Hingga akhir Agustus 2015, total lahan padi yang mengalami kekeringan sudah mencapai 28.166 hektar. Luas itu naik dibanding data pertengahan Juli 2015 yang masih sekitar 20.978 Ha.
Nurfalakhi juga memaparkan, kekeringan terbesar terjadi di Bojonegoro dengan luas lahan 10.623 hektar. Dengan perincian, kekeringan ringan mencapai 8.785 hektar, kekeringan sedang 445 hektar dan kekeringan berat sekitar 1.110 hektar. Sementara yang mengalami puso mencapai 283 hektar.
Wilayah yang juga mengalami kekeringan yakni Tuban mencapai 2.816 hektar. Dengan perincian, yang mengalami kekeringan ringan mencapai 1.804 hektar, kekeringan sedang 908 hektar dan kekeringan berat mencapai 104 hektar.
Selain Bojonegoro dan Tuban, lahan padi di Lamongan juga mengalami kekeringan yang cukup luas, yaitu sekitar 2.774 hektar. Dengan perincian yang mengalami kekeringan ringan mencapai 1.615 hektar, 559 hektar mengalami kekeringan sedang dan 471 hektar mengalami kekeringan berat. Sementara yang mengalami puso mencapai 129 hektar.
‘’Kekeringan akan terus berlanjut jika tidak ada upaya pemberian air. Dan yang mengalami gagal panen juga akan bertambah, karena yang mengalami kekeringan berat akan menjadi puso, yang mengalami kekeringan sedang akan menjadi berat dan yang ringan akan meningkat menjadi sedang,’’ katanya.
Sementara saat ini, dari 28.166 hektar lahan yang mengalami kekeringan tersebut, sebanyak 1.966 hektar mengalami gagal panen atau puso. Sedangkan lahan padi yang mengalami kekeringan berat di seluruh Jatim mencapai 3.361 hektar. [rac]

Rate this article!
Tags: