Kekeringan di Kab Situbondo Kian Meluas

Petugas BPBD Kabupaten Situbondo saat mengirim bantuan air bersih dilokasi kekeringan, kemarin. [sawawi/bhirawa].

Petugas BPBD Kabupaten Situbondo saat mengirim bantuan air bersih dilokasi kekeringan, kemarin. [sawawi/bhirawa].

Situbondo, Bhirawa
Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Prov Jatim, termasuk Kabupaten Situbondo kian meluas. Bahkan hingga kemarin, dampak kemarau panjang itu mengakibatkan wilayah kekeringan semakin merajalela. Ini karena, kejadian kekeringan dimusin kemarau kian bertambah. Terbukti, daerah yang kini ikut mengalami kekeringan menimpa warga Dusun Nangger, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Padahal, sebelumnya daerah tersebut jarang tersentuh kasus kekeringan.
Informasi yang dihimpun Bhirawa menyebutkan, tahun sebelumnya Dusun Nagger tersebut tidak pernah masuk peta daerah kekeringan saat di musim kemarau. Baru tahun ini Dusun Nangger, mengalami kekeringan. “Padahal musim kemarau ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Maka itulah wrga Dusun Nagger, minta solusi dan bantuan dari Pemkab Situbondo,” ujar salah satu warga Dusun Nagger, kemarin.
Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Situbondo merilis, saat ini ribuan warga yang tersebar di Kab Situbondo mengalami kesulitan air bersih karena sumber mata air yang ada sudah mengering. Ribuan warga tersebut tersebar di 10 Desa dan 8 Kecamatan.
Menurut Kepala BPBD Kab Situbondo, Zainul Arifin, pihaknya telah beberapa kali mengirim bantuan air bersih ke Dusun Nangger, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kb Situbondo, sesuai dengan permintaan warga. Zainul menambahkaan, untuk mengatasi kekeringan yang setiap tahun rutin terjadi,  BPBD Kab Situbondo sebenarnya telah mengusulkan pembangunan infra struktur air bersih. “Misalnya saja seperti pipanisasi, sumur bor serta tandon air di beberapa titik lokasi,” urai mantan Sekretaris KPUD Kab Situbondo itu.
Saat ini, lanjut Zainul Arifin, sudah ada dua daerah yang sebelumnya mengalami kekeringan, tahun ini bisa teratasi karena adanya pembangunan infra struktur air bersih. Untuk itu, sebut mantan Kepala Bakesbangpol Kab Situbondo itu, pihaknya meminta jajaran terkait untuk membangun sarana prasarana serupa diitik yang rawan kejadian kasus kekeringan. “Sehingga bisa ditekan terus angka wilayah yang mengalami kekeringan di Kota Santri, ini,” pungkas Zainul Arifin, kemarin. [awi]

Tags: