Kelalaian PDAM Batu Berbuntut Panjang

28-Galian-Pipa-pdamBatu, Bhirawa
Pembangunan jaringan pipa PDAM tak selamanya membuat warga senang. Seperti yang dialami warga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Proyek yang sempat dihentikan Kades Junrejo, Faisal ternyata berbuntut panjang. Pasalnya penggalian tanah yang dilakukan PDAM sepanjang kurang lebih 3 kilometer dan selebar kurang lebih 0,5 meter ini dinilai merugikan masyarakat.
Tidak hanya banyak beton cor milik warga yang rusak, PDAM tidak menutup kembali lubang yang sudah mereka gali. Tentu saja hal ini menuai protes warga. Karena penggalian ini sangat menganggu dan mengakibatkan kendaraan milik mereka tidak bisa keluar masuk halaman rumah. Bahkan penggalian lubang ini mengakibatkan kecelakaan kendaraan bermotor di wilayah ini.
“Sangat menganggu kami, mobil yang mau masuk ke dalam halaman jadi tidak bisa masuk, banyak juga beton cor milik yang dibangun warga untuk memudahkan kendaraannya masuk ke dalam rumah, ikut dirusak oleh PDAM,” ujar Sudiono, warga Dusun Jeding, Junrejo, Selasa (27/5).
Karena itulah, warga mendesak agar PDAM mengembalikan lagi kondisi jalan yang sudah mereka gali. “Permintaan kita sederhana, kembalikan lagi jalan yang sudah mereka gali, ditutup aspal seperti semula,” tambahnya.
Kekecewaan yang sama juga dilontarkan oleh warga yang lain, Supri, warga Dusun Junrejo meminta kepada PDAM untuk menutup kembali lubang yang sudah mereka gali hingga kondisinya normal seperti biasa. “Kalau tidak segera dibenahi kembali seperti semula, warga akan berbondong-bondong mendatangi kantor PDAM mendesak agar lubang ini ditutup kembali,” ujar Supri.
Baik Sudiono maupun Supri sudah menelepon PDAM terkait masalah ini. Petugas PDAM juga sudah datang ke lokasi, hanya saja mereka hanya melindas tumpukan tanah di bekas tanah galian dengan roda truk yang mereka bawa.
“Dilindas dengan roda truk malah membuat lubang menganga di beberapa bagian yang kita minta bukan itu, tapi dikembalikan seperti sedia kala. Kalau awalnya aspal yang harus diaspal lagi, kalau ada beton cor milik warrga yang rusak ya harus dicor beton lagi,” ujar Supri.
Terpisah, Kepala Desa Junrejo, Faisal, mengatakan bahwa pihaknya pernah menghentikan pembangunan proyek PDAM itu dua kali. Pasalnya dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan oleh PDAM pada Februari lalu tidak disertai penjelasan yang jelas terkait hari pelaksanaan hingga sosialisasi kepada warga.
Saat itu PDAM menjanjikan dalam perjanjian tertulisnya bahwa akan ada rekondisi dari jalan yang sudah digali. Janji tertulis PDAM Kota Batu ini sudah disosialisasikan Faisal kepada Ketua -Ketua RW yang ada dilewati proyek ini. Warga juga berhak untuk menuntut ganti rugi jika PDAM tidak melaksanakan hal tersebut. [nas]

Rate this article!
Tags: