Kelebihan Lafadz ‘Unzila’ di Surat Al Baqarah, MUI Siap Cek Isi

Alquran berukuran panjang 2 meter, lebar 2,4 meter, dan tebal 15 cm membuat heboh warga Desa Glagah Harum, Porong, Sidoarjo. Warga penasaran. Ada yang percaya Alquran tiba-tiba jatuh ke kamar, ada yang tidak.

Alquran berukuran panjang 2 meter, lebar 2,4 meter, dan tebal 15 cm membuat heboh warga Desa Glagah Harum, Porong, Sidoarjo. Warga penasaran. Ada yang percaya Alquran tiba-tiba jatuh ke kamar, ada yang tidak.

Kabupaten Sidoarjo, Bhirawa
Entah fenomena apa yang terjadi di zaman sekarang ini, tiba-tiba warga Dusun Glagah, Desa Glagah Harum RT 12/RW 03 Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, pada Senin(12/1) dikejutkan dengan jatuhnya Alquran raksasa di kamar warga dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1,20 meter tebal 15 centimeter.
Penemu  Alquran raksasa, Anang Asriyanto(38) mengaku kalau dirinya sekitar pukul 19.30 sedang melakukan Istighatsah bersama para jamaah di dalam rumahnya. Saat itu ada jamaah laki-laki berjumlah 35 orang dan perempuan 7 orang. Tiba-tiba terdengar suara seperti benda jatuh (braaaakkk….red). Setelah dilihat ada Alquran besar di samping lemari warna hitam dalam kamarnya dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1,20 meter.
Sebelumnya dia mengaku tidak mempunyai firasat apa-apa sebelum penemuan ini.  “Pada saat pembacaan doa tiba-tiba ada suara itu, kami pun juga kaget dan takut,” katanya kepada  Bhirawa, Selasa (13/1).
Secara detil Anang menceritakan saat itu doa belum selesai, dan para jamaah mendengar ada suara benda yang jatuh di dalam kamarnya. Awalnya suara tersebut tidak dihiraukan karena semua jamaah masih khusyuk berdoa. Selesai berdoa salah satu jamaah yang bernama  Nur Khanin (40) berinisiatif memeriksa asal suara benda yang jatuh ke kamarnya yang berukuran 3×3 meter itu. Setelah dicek ternyata ada benda seperti buku yang bersampul warna hitam. “Kemudian diangkat ramai-ramai dibawa ke ruang tamu, setelah dibuka alangkah terkejutnya kami semua karena ternyata Alquran yang sangat besar. Kertas Alquran terlihat usang, seperti lapuk dimakan usia ,” terangnya.
Akhirnya, semua jamaah mendekati dan memegang serta mencium Alquran yang berukuran besar ini. Apalagi baunya juga sangat harum.”Para jamaah hampir tidak percaya dengan kejadian tersebut,” tambah Nur Khanin.
Anang yang waktu sekolahnya juga di NU ini, juga mengungkapkan, rencananya temuan Alquran raksasa ini tidak akan dijual ataupun diberikan kepada orang lain. Melainkan akan digunakan untuk syiar agama Islam. “Alquran ini merupakan anugerah dari Allah. Nanti akan kami gunakan sebagaimana mestinya,” ungkap Anang.
Dengan munculnya Alquran raksasa ini Anang juga belum tahu apa maknanya. Namun yang jelas sejak kemunculan Alquran ini banyak warga yang datang ke rumahnya  untuk melihat secara langsung.
Rumah Anang Selasa kemarin dibanjiri warga yang ingin melihat dari dekat penemuan Alquran raksasa ini. Untuk menghindari keributan, rumah Anang dipasangi police line oleh jajaran Polsek Porong. Selain itu sejumlah TNI juga ikut menjaga sekitar lokasi.
Salah satu warga  yang datang ke sana, Muchmad Ali Nurdin mengaku ingin mengetahui kebenaran ditemukannya Alquran tersebut.  “Memang benar adanya, ada wujudnya. Tetapi saat membaca mengalami kesulitan, tidak tahu mungkin ada mitos juga ya,” katanya.
Mendengar ditemukannya Alquran raksasa yang diakui oleh penemunya  Anang Asriyanto jatuh secara tiba-tiba, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo KH Usman Bachri ikut mendatangi lokasi tersebut. Namun kondisi rumah Anang sudah dipenuhi oleh warga yang ingin melihatnya. Selain itu warga setempat tanpa dikomando berinisiatif membuka kotak amal. Mereka beramai-ramai mengisi kotak yang terbuat dari kardus kemasan air minum .
Usai melihat kebenaran Alquran tersebut, sambil berdesak-desakan dengan warga KH Usman Bachri mengatakan harus dilakukan penelitian ulang jangan sampai temuan ini menyesatkan warga.  Usman membandingkan  temuan itu dengan Alquran kecil yang dia bawa. Dia langsung mencocokkan satu persatu huruf hijaiyah dan lafadz yang ada dalam Alquran dengan tulisan tangan tersebut.
Dari penelitian dan pencocokan yang telah dilakukan, Usman Bachri menemukan ada satu kalimat yang kelebihan, yang berbunyi ‘unzila’  diulang dua kali (secara berjajar) dalam ayat ke empat di Surat Al Baqarah.  “Jadi ada tiga lafadz ‘unzila’ dalam ayat keempat surat Al Baqarah itu,”jelas KH Usman Bachri.
Dia mengakui memang betul-tetul Alquran, tetapi hasil temuan itu yang perlu mendapat kejelasan yang sebenar-benarnya. “Benda sebesar itu tiba-tiba jatuh, tetapi kalau memang kehendak Yang Kuasa siapa yang menghalangi,” ujarnya.
Sebaliknya Kepala Desa Glagah Arum Kusmiyanto marah dengan penemuan Alquran raksasa ini. Dia menilai perlakuan Anang ini sudah di luar batas. “Hanya rekayasa saja, mana ada Alquran tiba-tiba jatuh dari langit. Mungkin saja bisa saja pinjam dari teman yang lainnya,” katanya.
Hingga pukul 16.00, posisi Alquran raksasa telah dibawa ke Kantor MUI Sidoarjo Jalan Pahlawan. Selain disimpan demi pengamanan, juga akan dilakukan penelitian untuk mengecek kebenaran isinya. “Jangan satu kalimat, satu huruf saja kalau ada kesalahan pasti bisa ditemukan,” tegas Ketua MUI Sidoarjo KH Usman Bachri. [ach]

Tags: