Keluarga Nabi yang Tidak Terselamatkan

Memilih Jalan KesesatanResensi Buku :
Judul    : Mereka Memilih Jalan Kesesatan
Penulis  : Yanuar Arifin
Penerbit  : Diva Press
Cetakan  : Cetakan I, Oktorber 2014
Tebal    : 220
ISBN    : 978-602-255-677-0
Peresensi    : Nur Sholikhin
Penikmat Buku di FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Nabi dikenal sebagai nabi pembawa berita kebenaran dari Tuhan untuk menuntun umat manusia ke jalan yang lebih benar. Ia diutus untuk menuntun umat manusia ke jalan yang sesuai, agar mendapatkan keselamatan. Walaupun para nabi sebagai penuntun umat manusia, ternyata ia juga tidak bisa menuntun semua orang yang ada di sekitarnya. Ada beberapa anggota keluarga nabi yang tidak mau untuk mengikutinya. Ia memilih jalan kesesatan dari agama Islam.
Yanuar Arifin, menyajikan kisah-kisah para keluarga kesayangan nabi yang tidak bisa diselamatkan. Mereka memilih jalan yang berbeda dari nabi. Walaupun kebenaran di dekat mereka, tampaknya ada keluarga yang tidak ada iktikad untuk mengikutinya. Hidayah Tuhan belum tentu turun kepada orang yang dekat dengan Nabi.
Buku yang ditulis oleh Yanuar mengisahkan beberapa keluarga para nabi yang memilih jalan kesesatan. Di antara keluarga para nabi tersebut adalah Qabil, istri Nabi Nuh, Kan’an, Wa’ilah, Azar, Fir’aun, Abu Thalib, Abu Jahal, Abu Lahab, Ummu Jamil. Nama-nama tersebut banyak yang populer di telinga kita, dan itu semua adalah orang-orang yang disayangi oleh para nabi. Seperti halnya Qabil, ia disayangi oleh Nabi Adam, Kan’an oleh Nabi Nuh, Azar (ayah Ibrahim) oleh Nabi Ibrahim, dan Abu Thalib adalah orang yang sangat disayangi oleh Nabi Muhammad Saw, (Hlm. 6).
Membahas anggota keluarga kesayangan yang tidak sanggup diselamatkan oleh nabi, adalah Qabil. Ia adalah putra Nabi Adam As., nabi pertama yang diturunkan oleh Allah Swt. Kisah Qabil begitu populer di kalangan umat Islam. Namanya diabadikan oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an. Ia dikenal sebagai orang yang kasar dan sangat gemar bertengkar. Sifat Qabil sangat berbeda dengan saudaranya yang lebih muda, yaitu Habil. Habil adalah orang yang dikenal sebagai orang yang sabar dan penuh kedamaian.
Dikenal sebagai orang yang kasar, karena Qabil sering menyakiti Habil. Bahkan Qabil ingin menjadikan Habil menjadi budaknya, yang bisa melayani dari pagi hingga malam. Qabil ingin agar habil membajak tanah dan menggembala ternak, sehingga ia dapat menghabiskan waktunya untuk bermain. Suatu hari, ayahnya, Nabi Adam As. Menasihatinya, “Hai Qabil, jadilah orang baik seperti saudaramu.” Nasehat pun tidak hanya satu atau dua kali, lain hari Qabil dinasihati, “Wahai Qabil putraku janganlah engkau menjadi orang yang jahat, Allah Swt. tidak menyukai orang yang jahat.”
Hingga akhirnya Qabil membunuh saudaranya, Habil. Kisah Habil menjadi sebuah potret buram, di mana sifat iri hanya akan menghancurkan kehidupan seseorang. Walaupun Qabil adalah putra Nabi Adam, hal itu tidak memberikan garansi bahwa ia termasuk golongan yang diselamatkan. Terlebih Qabil berulang kali mengingkari kebenaran yang dinasihatkan oleh ayah maupun saudaranya, (Hlm. 30).
Bukan hanya Qabil yang menjadi keluarga nabi dan dikatakan sesat, yaitu istri Nabi Nuh. Allah Swt. menceritakan kisah Nabi Nuh As. dalam beberapa surat Al-Qur’an, di antaranya adalah surat Al-A’raaf, Yunus, Huud, Al-Anbiyaa, Al-Mu’minuun, asy-Su’araa, Al-Ankabuut, ash Shaffaat, dan Al-Qamar. Namun, kisah istri Nabi Nuh hanya dikisahkan melalui surat At-Tahrim. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa istri Nuh adalah seorang yang ingkar kepada suamiya. Sehingga istrinya termasuk golongan yang tidak berhasil diselamatkan oleh Nabi Nuh.
Dalam buku yang berjudul “Mereka Memilih Jalan Kesesatan, Keluarga-Keluarga Kesayangan Para Nabi yang Tidak Bisa Diselamatkan”, menutup kisah dengan menghadirkan sosok Ummu Jamil. Ia adalah salah seorang dari keluarga kesayangan Nabi, yaitu Nabi Muhammad yang tidak berhasil diselamatkan. Ia sama dengan suaminya, yaitu Abu Lahab. Wanita yang terkenal dengan nama Ummu Jamil binti Harb ini bernama asli Auraa’ binti Harb bin Umayyah. Jadi, selain sebagai bibi ipar dari Nabi Muhammad, ia juga memiliki garis keturunan yang dekat dengan beliau. Nabi menganggapnya sebagai seorang yang patut untuk ia hormati.
Walaupun dihormati oleh Nabi Muhammad Saw., Ummu Jamil tetap menjadi wanita kafir yang suka mengganggu dan menyusahkan nabi dengan berbagai tipu daya, termasuk dengan memasang duri dan kotoran di jalan yang akan dilewati Nabi Muhammad Saw. Bersama dengan suaminya, ia sangat sering mengganggu dan meneror nabi, sehingga turunlah surat Al-Lahab, (Hlm. 202).

Rate this article!
Tags: