Keluarkan Asap Tebal, RSUD dr Soetomo Bantah Ada Kebakaran

Surabaya, Bhirawa
Ruang basement di Gedung Oncology RSUD dr Soetomo, Surabaya, mengeluarkan asap tebal, Senin (14/9) kemarin. Sejumlah pasien dan pegawai rumah sakit milik Pemprov Jatim ini pun harus dievakuasi.
Pantauan di lokasi, belasan mobil pemadam kebakaran Kota Surabaya dikerahkan. Menurut prosedur evakuasi, pasien dan pegawai yang masih ada dilokasi sempat dievakuasi ke tempat terbuka.
Direktur Utama RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi membantah bahwa gedung basement di Gedung Oncology RSUD dr Soetomo. “Gedung tidak terbakar,” katanya saat dikonfirmasi Bhirawa, kemarin.
Menurut dr Joni, titik asap tersebut ada di gudang yang dipakai untuk menyimpan barang. Meski demikian, pihaknya rasa terimakasihnya kepada Dinas Kebakaran Surabaya yang bekerja secara cepat.
“Asap itu di gudang yg dipakai simpan cat dan lain-lain. Ini sedang kami investigasi penyebabnya. Dan terimakasih tim dinas kebakaran dan seluruh K3 rumah sakit atas kerja cepatnya,” terangnya.
Sementara, Direktur Penunjang Medik RS dr Soetomo, Prof dr Hendrian Dwikoloso Soebagjo mengatakan, kebakaran terjadi di ruang panel basement. “Sangat singkat, kira-kira lima belas menit. Di bagian basement Gedung Oncology RSUD Dr Soetomo,” kata Hendrian.
Meski begitu ia mengaku belum tahu apa penyebabnya. Ia menyebut ruang tersebut, merupakan bangunan yang digunakan oleh pihak proyek atau kontraktor yang tengah melakukan pembangunan di Soetomo.
“Penyebabnya belum tahu. Tapi disitu bukan milik kami, adalah milik dari proyek yang sedang membangun di gedung rawat jalan di RSUD dr Soetomo,” ujarnya.
Soal kerugian Hendrian belum bisa menjelaskannya secara detail. Tapi, barang yang terbakar antara lain kabel, cat dan barang-barang proyek lainnya.
“Yang terbakar adalah alat penyimpanan berharga, kabel, cat dan peralatan proyek itu di dalamnya terbakar,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut tak ada korban jiwa dalam kebakaran. Pelayanan rumah sakit juga tak terdampak. Meski begitu sejumlah pasien dan karyawan yang berada di Gedung Oncology sempat dievakuasi untuk keamanan.
“Ada asap maupun api, kita dengan prosedur melakukan evakuasi secepat mungkin untuk menghindari hal-hal yang bisa membahayakan. baik itu pasien, karyawan dan semuanya,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Gubeng, Surabaya, Kompol Palma F Fahlevi, mengatakan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Meski begitu ia tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Tetep akan mencari keterangan terhadap saksi-saksi yang ada, untuk memastikan bahwa kejadian ini merupakan memang korsleting listrik, selanjutnya kami akan membuat laporannya,” kata Palma. [geh]

Tags: