Kembali, Kabupaten Lumajang Peroleh Paket Jenasah TKI Ilegal dari Malaysia

Proses Pemulangan Jenazah BMI dari Malaysia atas nama Jangkung warga Dusun Gencono RT 001 RW 011 Desa Jambe Kumbu Kecamatan Pasru Jambe

Lumajang, Bhirawa
Mengawali Bulan Februari 2020 ini , Kembali Kabupaten Lumajang yang juga menjadi merupakan kantong Buruh Migran (BMI) mendapatkan lagi Paket Jenasah TKI atau BMI ilegal dari Negeri Jiran Malaysia, atas nama Jangkung (47 th) warga Dusun Gencono RT 001 RW 011,Desa Jambe kumbu Kecamatan Pasrujambe yang dikabarkan meninggal dunia akibat Serangan jantung pada tanggal 31 Januari 2020 kemarin.
Akibat kematian tersebut, Jarot dan Mat Sulam yang merupakan kakak Korban yang sama sama bekerja di Malaysia, menyampaikan perihal Kematian tersebut kepada pihak keluarga Keluarga yang ada di Lumajang, yang selanjutnya kabar tersebut disampaikan kepada Supratman yang juga sebagai Ketua Komisi D DPRD kabupaten Lumajang.
Menurut Supratman ketika dikonfirmasi Via seluler (2/20) menjelaskan bahwa pihaknya mengetahui kasus tersebut dari laporan keluarga korban yang meminta bantuan pemulangan terhadap keluarganya yang telah meninggal dunia di Malaysia. Mendapatkan laporan tersebut, Supratman lantas berkordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Lumajang
yang selanjutnya dari Dinas Tenaga Kerja tersebut berkoordinasi dengan pihak Desa yabg bersangkutan untuk melengkapi berkas berkas yang dibutuhkan sebagai persyaratan dalam upaya pemulangan Jenasah dari Bandara Juanda hingga ke rumah duka.
“Kita setelah mendapatkan informasi itu langsung kita sampaikan ke Dinas Tenaga Kerja Lumajang, untuk segera dibantu proses pemulangannya,” ujarnya.
Lebih lanjut Supratman juga menyampaikan kepada masyarakat agar mematuhi segala persyaratan yang ada jika ingin bekerja ke Luar Negeri, sebab selama ini masih saja ditemukan kasus berangkat kerja ke Luar Negeri menggunakan jalur ilegal, atau melalui tekong dan itu dapat merugikan pekerja itu sendiri.
Hal senada juga disampaikan oleh Mukhairi dari staf Disnaker Lumajang yang membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi tersebut dan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait mulai dari Dinas Tenaga Provinsi Jawa Timur serta dari Pemerintah Desa untuk segera melengkapi persyaratan yang diperlukan terkait hal hal tersebut.
“Kita sudah koordinasi secara keseluruhan, dan semuanya sudah beres sehingga tinggal membawa jenazah Korban hingga ke rumah duka,” ujar Mukhairi.
Sementara menurut Kades Jambe kumbu Kecamatan Pasrujambe, Subaeri dalam keterangannya menjelaskan bahwa warganya banyak yang menjadi TKI (BMI) illegal di Negeri Jiran Malaysia, menurutnya penyebab dari maraknya Buruh Migran illegal itu, terutama di picu oleh banyak faktor diantaranya, banyaknya waktu yang dihabiskan untuk menunggu proses pemberangkatan jika melalui jalur legal, dibandingkan dengan lewat tekong atau jalur illegal, dan yang ke dua banyak dari warga setempat yang telah bekerja di Malaysia sehingga banyak dari warga yang datang ke Malaysia menggunakan paspor pelancong dan bekerja disana secara illegal.
“Tapi kita tetap memberikan himbauan untuk menggunakan jalur resmi sudah kita sosialisasikan juga,” pungkasnya.(Dwi)

Tags: