Kembangkan Pendidikan, PC NU Gandeng Tokoh Nasional

Tirto Adi menerima surat tugas melanjutkan BP3MNU MINU KH Mukmin dari Abdul Wahid Dahlan. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Masuknya tokoh-tokoh nasional kedalam kepengurusan pendidikan di bawah naungan PC NU Kabupaten Sidoarjo dan MWC NU merupakan angin segar dan harapan baru bisa mengembangkan sekolah atau mandrasah maju lebih baik lagi, dan berkembang lebih pesat.
Harapan tersebut diungkapkan Ketua PC Lembaga Pendidikan Maarif Sidoarjo Drs Misbahuddin MM usai menghadiri Pengukuhan Pengurus BP3MNU (Badan Penyelenggara Pelaksana Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama) MINU KH Mukmin Sidoarjo, ketua terpilih Dr Ng Tirto Adi MP MPd yang juga sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Senin (21/12) kemarin.
Misbahuddin menjelaskan, kalau Tirto Adi sudah sebagai masuk tokoh nasional, karena sudah berpresatasi sebagai guru teladan nasional dan kepala sekolah teladan nasional. Selain itu juga ada Prof Dr Ali Mudlofir mantan dekan Uinsa yang juga sudah masuk menjadi pengurus BP3MNU MINU Waru.
“Jadi tugas BP3MNU ini adalah penyelenggaran dan pelaksana pendidikan atau bisa juga disebut yayasan, yang resmi dari NU, baik di tingkat Ranting, MWC maupun tingkat cabang,” jelasnya.
Misbahuddin juga menegaskan kalau pihaknya sudah mempunyai program pengembangan pendidikan, namun karena kondisi pandemi Covid 19 ini akhirnya program tersebut belum bisa terlaksana dengan baik.
“Sekarang ini juga sudah ada aturan baru, bahwa pendaftaran sekolah itu harus melalui yayasan, makanya harus dipersiapkan operatornya. Karena pendaftarannya melalui operator-operator tersebut,” tegas Misbahuddin.
Usai dikukuhkan sebagai Ketua BP3MNU MINU KH Mukmin Sidoarjo, Tirto Adi mengatakan siap menjalankan tugas yang diembannya. Kami tidak ingin dalam kepengurusan nanti dilakukan hanya satu atau dua orang saja.
“Makanya saya akan menciptakan super tim yang kompak, yang cerdas dan harus bersama-sama ikut berfikir bekerja memajukan MINU KH Mukmin Sidoarjo ini. Apalagi MINU KH Mukmin merupakan madrasah unggul di Kabupaten Sidoarjo,” jelas.
Lanjutnya, program prioritasnya adalah kepada kepala madrasah terus didorong untuk melakukan inovasi pengelolaannya. Kepada para guru kita dorong untuk melakukan inovasi pembelajaran, sasaran akhirnya adalah terciptanya, terbentuknya alumni-alumni MINU KH Mukmin yang berkarakter, yang cerdas, yang berakhlak mulia dan memilik daya saing yang kuat.
“Salah adalah dalam mencapai target kurikulum kita dorong para guru untuk mencapai master e learning program. Untuk meningkatkan daya kompetisi kita akan luncurkan quality improvmen program, supaya nanti dalam bidang akademik maupun non akademik, olah raga seni budaya, para siswa MINU KH Mukmin mempunyai keunggulan,” tegas mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Sidoarjo. [ach]

Tags: