Kemenhan Bantu Korban Erupsi Kelud

3-iinSurabaya, Bhirawa
Guna membantu warga korban erupsi Gunung Kelud, Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI menyerahkan bantuan 6000 paket sembako di tiga kabupaten.
Bantuan sembako ini diserahkan oleh Wakil Menteri Pertahanan ( Wamen) RI Safrie Samsyudin kepada Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, pada Selasa (11/3) di lapangan apel Kodam V/Brawijaya.
Dari 6000 paket sembako, setiap paketnya berisi 11 bahan pokok seperti beras, gula, minyak, dan yang lainnya, akan diserahkan kepada korban di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang.
Wamenhan Safrie Samsyudin mengatakan, sebagai pembina pertahanan negara, Kemenhan juga menjalankan tugas kemanusiaan, dalam rangka turut serta membantu korban Gunung Kelud. Lanjutnya, bencana alam merupakan kejadian alam yang  tidak bisa diduga kapan akan datang. Dari keadaan tersebut, kita harus siap memberikan kontribusi kepada sesama umat manusia.
“Penyerahan bantuan ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah, khususnya Kemenhan selaku pembina industri pertahanan baik milik negara atau swasta,” ujar Wamenham didepan jajaran Kodam V/Brawijaya, Selasa (11/3).
Dijelaskannya, Kemenhan terpanggil untuk ikut serta bantu korban bencana, yang saat ini dalam tahap rekontruksi dan rehabilitasi. Menurutnya, kepedulian ini sebagai wujud tangggungjawab sosial kepada masyarakat.
Dan Kemenhan telah melakukan upaya, dengan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1 miliar. Dana tersebut diwujudkan dalam bahan pokok, yang saat ini disalurkan lewat Kodam V Brawijaya, untuk disalurkan kepada korban di 3 kabupaten.
“Menhan mengharapkan kiranya bantuan yang tidak besar ini, bisa meringankan korban. Dan ini sebagai bentuk perhatian. Karena itu kamu ucapkan terimakasih kepada Kodam V/Brawijaya yang telah¬† bantu korban bencana,” ungkapnya.
Sementara Pangdam V Brawijayua Mayjen TNI R Ediwan Prabowo mengatakan perbaikan bagi 14.600 rumah rusak akibat letusan Gunung Kelud saat ini sudah selesai. “Kami menyebutnya pemulihan kondisi, dan pada hari minggu (9/3) sudah selesai,” terangnya.
Meski begitu, Pangdam menambahkan, saat ini TNI tetap membantu proses pemulihan lanjutan yaitu pemulihan infrastruktur umum seperti gedung sekolah, rumah ibadah, jaringan air bersih serta jaringan listrik. Sambungnya, untuk pemulihan infrastruktur ini, masing-masing kodim, kata Ediwan, menerjunkan sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK).
Pangdam menegaskan, seluruh pengungsi korban letusan Gunung Kelud juga sudah pulang ke rumahnya. Mereka mayoritas masih kekurangan pasokan kebutuhan pokok karena ladang pertanian warga hingga kini juga masih rusak.
Pemerintah, kata Ediwan, hingga saat ini juga masih terus memberikan pasokan bantuan bagi warga hingga tiga bulan ke depan. “Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa pemerintah provinsi dan pemda setempat, akan membantu masyarakat yang benar-benar tidak mampu, untuk tiga bulan kedepan,” imbuhnya. [bed]

Rate this article!