Kemenkes Jatim Kaji Pemberitan Vaksin HPV Gratis

Human Papilloma Virus (HPV) .Surabaya, Bhirawa
Tingginya angka kematian akibat Human Papilloma Virus (HPV) di tanah air membuat Mneteri Kesehatan Prof Dr dr Nila F. Moeloek, SpM(K) menjanjikan kajian pemberian vaksi gratis kepada masyarakat luas.
”Kita ingin mengkaji vaksin gratis ini dengan BPJS, karena harga vasin relatif lebih mahal diatas 1 juta,” ujarnya.
Menurutnya, pemberian vaksin gratis kepada wanita akan mengurangi jumlah kematian akibat virus HPV. Jika dilihat saat ini banyak wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan tidak tanggung-tangung jumlah penderita kanker mencapai ribuan.
”Kanker serviks ini tidak hanya menjangkit ibu-ibu melainkan remaja juga ada yang terjangkit,” ucapnya.
Dikatakannya melihat kondisi ini pemeintah memiliki andil besar dalam mengatasi bahaya kanker serviks. Dengan melakukan pemeriksaan rutin seperti IVA dan pap smear dapat mengurangi dan menghidari wanita dalam terjangkit virus HPV. Untuk melakukan IVA dan pap smear masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar. rumah sakit atau puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS telah menanggungnya.
”Sementara untuk wanita diharapkan untuk rutin melakukan IVA dan pap smear hal ini sangat berguna bagi wanita,” tegasnya.
Koordinator Divisi Kandungan POSA RSUD dr Soetomo, dr Brahmana, Sp OG Onk (K) menyebut pemerintah perlu membuat program wajib dan menggartiskan vaksin kanker servik. Menurutnya, setiap satu jam ada pasien wanita meninggal akibat kanker serviks. Jika dilihat jumlah penderita kanker serviks tahun 2012 angkanya mencapai 20 ribu sedangkan yang meninggal mencapai 9 ribu lebih.
“Melihat kondisi ini diharapkan pemerintah mengambil kebijakan khusus untuk mengurangi dan menanggulangi kematian akibat virus papilloma,” ujarnya.
Bapak tiga anak ini mengungkapkan, pemerintah melalui Kemenkes dan Dinkes diharapkan memberikan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) quadrivalent kepada masyarakat secara gratis, khususnya para wanita rentang usia 9-45 tahun. Usia ini yang rawan terjangkitnya virus HPV pada wanita.
“Ada baiknya pemberian vaksin HPV quadrivalent ini diberikan kepada wanita yang belum melakukan hubungan badan dengan harapan penularan virus HPV kemungkinan kecil akan menular ke wanita. Seharusnya diwajibkan dan gratis mengingat vajksinnya mahal,” ujarnya.
Lebih lanjut Brahmana menyatakan, dalam penanganan kasus kanker serviks diharapkan masyarakat lebih konsen dalam menanganinya. Jika dilihat saat ini masih banyak wanita yang tidak peduli akan penyakit mematikan ini. Banyak wanita yang terkena penyakit kanker serviks datang berobat ke dokter sudah stadium lanjut hal ini yang menyebabkan penyakit kanker serviks sulit disembuhkan.
Menurutnya, kanker serviks dapat diantisipasi jika pasien sering melakukan pap smear (Pemeriksaan leher rahim untuk mendeteksi kanker rahim, red) rutin setahun sekali. Pemeriksaan pap smear akan mendeteksi secara dini genjala-gejala awal terjadinya kanker serviks.
“Biasanya pap smear akan mengetahui seseorang terkena kanker serviks atau tidak. Akantetapi sebelum terkena kanker serviks maka seseorang akan terkena pra kanker serviks,” tuturnya.
Dikatakannya, untuk pra kanker serviks seseorang wanita akan dapat disembuhkan total 100 persen sedangkan untuk pasien yang terkena kanker serviks maka kemungkinan besar akan sulit disembuhkan.
“Untuk tingkat kesembuhan pasien kanker serviks tidak bisa 100 persen, sedangkan untuk pra kanker serviks akan bisa sembuh total 100 persen,” tegasnya dengan nada mantap. [dna]

Tags: