Kemenkumham Klarifikasi Perkelahian Napi Bukan Karena SS

Dewa Putu Gede

Dewa Putu Gede

Surabaya, Bhirawa
Kasus perkelahian antar sesama tahanan blok A dan blok C yang terjadi di Rumah Tahanan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Rabu (26/3) lalu, ternyata  dipicu masalah utang piutang. Kanwil Kemenkumhan jatim menegaskan tidak ada kaitannya perkelahian tersebut  dengan urusan narkotika sabu-sabu (SS).
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kemenkumham Jawa Timur, Dewa Putu Gede, Kamis(27/3) dikonfirmasi mengatakan, perkelahian antar tahan di Medaeng berawal adri hutang makanan sebesar Rp 800 ribu dan bukan karena transaksi narkoba sabu-sabu (SS).
“Tidak benar kalau perkelahian itu terkait masalah narkotika. Kami pastikan kalau perkelahian itu murni masalah hutang piutang antar tahanan,” terangnya kepada wartawan, Kamis (27/3).
Disinggung terkait siapa saja nama-nama tahanan yang terlibat perkelahian itu, Dewa Putu mengaku belum mengetahui nama tahanan yang terlibat perkelahian tersebut. Ia hanya dilapori bahwa tahanan tersebut marah karena saat ditagih hutangnya di depan narapidana (napi) yang lain dengan kata-kata yang menyakitkan.
Untuk mendinginkan suasana yang sempat memanas, tahanan yang terlibat perkelahian akan dipindahkan selnya agar kejadian tersebut tidak terulang. “Tapi tidak dipindahkan ke rutan lainnya karena statusnya yang terlibat perkelahian adalah tahanan yang belum mendapatkan penetapan dari pengadilan,” sambungnya.
Dewa yang saat ini berada di Bogor untuk mengikuti rapat koordinasi (rakor) Kemenkumham, menjelaskan bahwa dirinya akan terus mengusut kasus tersebut agar kejadian perkelahian tidak terulang kembali.
“Nantinya akan kami lihat untuk dipertimbangkan apakah tahanan yang terlibat perkelahian tersebut di beri sanksi atau tidak,” ungkapnya.
Menurutnya, pemberian sanksi bagi tahanan yang terlibat kejahatan di dalam penjara yaitu berupa catatan tidak mendapatkan hak-haknya selama dipenjara. Seperti mendapatkan keringanan hukuman atau dipindahkan selnya.
” Sanksi apa yang akan diberikan pada napi, akan saya pikirkan nanti setelah kembali lagi ke Surabaya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Rutan (Karutan) Klas I Medaeng Kadiyono membenarkan adanya perkelahian tersebut. Pihak Rutan sendiri tidak sampai meminta bantuan kepada Polsek Waru atau Polda Jatim untuk melakukan pengamanan terkait peristiwa tersebut. Ia juga memastikan tidak ada sarana dan prasarana rutan yang rusak akibat aksi perkelahian itu. “Sudah bisa kami kendalikan sendiri,” katanya. [bed]

Tags: