Kemenkumham Terus Ungkap Kasus Narkoba di Lapas

4-wamenkumhamKoordinasi dengan Polisi dan BNN
Kemenkumham Jatim, Bhirawa
Masih adanya penemuan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan(Lapas)  saat operasi penertiban menunjukkan efektifnya pengawasan yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Lapas.
Wakil Kemenkumham Denny Indrayana mengatakan,¬† penemuan narkoba dalam Lapas harus dipandang positif karena semakin baiknya sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan.¬† “Kebanyakkan persepsi masyarakat kalau ada penemuan narkoba di lapas maupun rutan, itu hal yang negatif. Anggapan itu salah, dengan ditemukannya peredaran narkoba dalam Lapas dan Rutan, itu menunjukkan bahwa Kemenkumham berhasil mengungkap hal tersebut,” terang Denny Indrayana, di¬† acara Penyerahan Surat Keputusan CPNS TA 2013 di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jatim, Kamis(3/4), Kamis (3/4).
Lebih lanjut ia mengatakan,  upaya yang dilakukan oleh Kemenkumham dalam penertiban didalam lapas dan rutan terus dilakukan. Bahkan untuk memberantas peredaran narkoba di lapas maupun rutam pihak Kemenkumham berkoordinasi dengan pihak Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Penangkapan itu merupakan bagian upaya penertiban untuk mengurangi peredaran narkoba di dalam lapas. Denny melihat, banyaknya penangkapan tahanan atau narapidana di dalam lapas, tak lepas dari giatnya lapas atau rutan dalam membersihkan narkoba. “Kalau memang yang menangkap polisi atau BNN, maka kami memang yang berkoordinasi atau memberitahu mereka,” ujarnya.
Pihaknya memang bekerja tiap hari dan berkoordinasi dengan BNN atau polisi untuk menangkap napi maupun sipir yang terindikasi menyimpan narkoba. Meski jumlah petugas di lapas minim, namun pihaknya tetap maksimal dalam menjaga keamanan. “Penangkapan itu sebenarnya kami sendiri yang lakukan. Namun, tetap kami dikoordinasikan ke pihak Polisi dan BNN,” katanya.
Disinggung terkait SDM sipir yang ada didalam lapas, Denny mengaku kalau sampai saat ini tenaga sipir masih kurang. Adapun kebutuhan sipir yakni diatas 10 ribu orang, dan dengan tambahan CPNS yang sekarang menjadi 13 ribu. “Sebenarnya kita butuh 25 ribu sipir. Sebab, isi tahanan 162 ribu orang yang¬† dimenjaga 5 ribu sipir. Idealnya 162 ribu tahanan dijaga oleh 11 ribu sipir,” urainya.
Ditambahkan Wamenkumham RI, memang dari segi SDM sangat kurang. Namun, ditenga kurangnya SDM, para sipir ,asih bisa menjaga kondisi lapas 99,9 persen aman terkendali. “Hebatnya, dengan kurangnya SDM namun para sipir mampu menjaga situasi dan kondisi didalam lapas mereka masing-masing,” imbuhnya. [bed]

Tags: