Kemenperin dan Kementan Bersinergi, Bondowoso Didaulat Jadi Pusat Industri Pertanian

Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni bersama Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah dan Direktur Keuangan Kementan Mulyadi Hendrawan usai acara Farm Field Day, Rabu (2/9).

Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni bersama Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah dan Direktur Keuangan Kementan Mulyadi Hendrawan usai acara Farm Field Day, Rabu (2/9).

Bondowoso, Bhirawa
Kabupaten Bondowoso yang selama ini mengkampanyekan diri sebagai Kabupaten Bondowoso Pertanian Organik (Botanik) dengan berbagai kreativitas dalam pengembangannya ternyata mendapat apresiasi positif dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).  Melalui kedua kementerian tersebut Bondowoso diberi alat mesin pertanian serta dijadikan tempat untuk menerapkan hasil riset pertanian untuk peningkatan produksi.
Acara yang dikemas dengan tema Farm Field Day Gerakan Tanam Jagung serentak yang dihadiri Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah dan Direktur Keuangan Kementan Mulyadi Hendriawan serta Kepala Balai Besar Industri dan Kerajinan Sudarto digelar di Pusat Pertanian Kreatif milik H Cung Kusairi Desa Cindogo Kecamatan Tapen, Rabu (2/9) kemarin.
Selain dihadiri para pejabat penting dari Jakarta acara yang disambut langsung oleh Bupati Amin Said Husni didampingi Kepala Dinas Pertanian Hindarto tersebut juga dihadiri lengkap Jajaran Kodim hingga tingkat Koramil sebagai anggota Upsus. Selain itu juga dihadiri para petani Bondowoso hingga para PPL serta jajaran SKPD pendukung di antaranya Dinas Pengairan dan Bappeda serta Asisten II.
Dalam sambutannya Mulyadi Hendriawan selaku Direktur Keuangan Kementan mengaku bangga dengan kompaknya petani Bondowoso dengan jajaran TNI yang saat ini mampu menggelar panen raya di saat daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kekeringan atau Fuso. Hal ini adalah modal awal Bondowoso yang memiliki manajemen yang baik dalam pengelolaan pengairan sehingga kebutuhan pangan bisa terpenuhi bahkan bisa menyuplai ke daerah lain.
“Saya sangat yakin jika kekompakan dan kreativitas ini diteruskan akan membuat Presiden Jokowi yang saat ini memang fokus pada pertanian untuk tertarik datang ke Bondowoso,” katanya.
Sementara itu Dirjen IKM Kemenperin dalam sambutannya memberi apresiasi positif pada petani Bondowoso sebagaimana dicontohkan H Cung Kusairi yang mau membuka diri pada perkembangan teknologi dalam pengembangan pertanian, sehingga berbagai riset dan uji coba yang dilakukan Balai Besar Industri dan Kerajinan bisa diterapkannya untuk terus mengembangkan pengetahuan dalam meningkatkan pendapatan melalui  industri dan pertanian.
“Tidak banyak petani yang mau mencoba teknologi baru dalam pertanian sebagaimana H Cung Kusairi, apalagi pola tersebut baru dan mengandung risiko jika tidak maksimal, namun Bondowoso melakukan dan sukses,” katanya.
Pihaknya juga mendukung jika nantinya Bondowoso tidak hanya fokus dalam pengembangan pertanian semata, tetapi menggabungkan hasil pengembangan teknologi dalam industri yang saat ini terus berkreasi dengan pengembangan alat pertanian.  Harapannya nanti Bondowoso menjadi Pusat Industri Pertanian yang bisa meraih Rekor MURI.
“Tetapi saya melihat keikhlasan yang dilakukan Bupati Amin Said Husni yang mengutamakan kinerja untuk kesejahteraan rakyat tanpa memikirkan pencitraan,” ungkapnya.
Bupati Amin Said Husni dalam sambutannya mengaku sangat berterima kasih atas segala dukungan dan arahan untuk perbaikan pertanian Bondowoso ke depan serta untuk peningkatan pendapatan petani yang merupakan masa depan bagi Bondowoso.
“Saya selalu mengatakan jika masa depan Bondowoso adalah pertanian, namun jika mendengar penjelasan jika saat ini daerah lain kekeringan dan Bondowoso mampu panen raya maka saya akan menambahi jika masa depan pertanian adalah Bondowoso,” katanya.
Dengan melihat potensi baik pertanian maupun SDM saat ini menurut Bupati maka tidak salah jika pemerintah pusat melalui Kemenperin dan Kementan menambah alokasi anggarannya untuk pengembangan Bondowoso, karena menurutnya setiap amanat program yang diberikan kepada Bondowoso selalu dilaksanakan dengan baik dan mampu menghasilkan dengan maksimal.
“Tentu dengan tambahan alokasi anggaran dari Rp 9 miliar menjadi Rp 36 miliar yang sudah dialokasikan ke Bondowoso kami berharap untuk ditambahi dengan catatan mendapat arahan dan alih teknologi yang tepat agar maksimal,” katanya.
Setelah acara seremonial tersebut digelar panen raya padi Jenis Gorontalo yang sukses produksi di Cindogo, juga melakukan tanam bersama jagung yang digelar dengan menggunakan bibit unggul. Selain itu juga diserahkan berbagai bantuan berupa Tracktor roda 4, Mini Combine Harvester serta berbagai alat lainnya. [har]

Tags: