Kemensos Batalkan Program Santunan Korban Meninggal Covid-19

Ilustrasi korban meninggal covid-19

Sampang, Bhirawa-
Pemerintah memastikan membatalkan semua pengajuan santunan ahli waris korban meninggal terpapar Covid-19. Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) telah mengirimkan Surat Edaran terkait pembatalan santunan korban meninggal Covid tersebut ke semua Pemerintah Daerah termasuk yang diterima Kabupaten Sampang.

Pembatalan tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor: 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat Covid-19. Surat edaran itu, dikeluarkan oleh perlindungan Sosial Korban bencana Sosial (PKSBS) sejak tanggal 18 Februari 2021 kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, Fadeli mengatakan, bahwa pada di Sampang ada 14 orang ahli waris korban meninggal akibat Covid-19 yang sudah mengajukan pada Tahun 2020.

Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan instruksi dari Pemerintah pusat untuk mengumpulkan data para korban meninggal akibat Covid-19 memalui ahli warisnya, agar mengajukan untuk menerima santunan Rp15 juta rupiah.

“Namun setelah kami ajukan, secara tiba-tiba keluar surat edaran yang berbunyi kalau santunan tersebut dibatalkan oleh Kementerian Sosial,” ujarnya, Senin (8/3).

Bahkan pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan terkait pembatalan program santunan tersebut.

Maka dari itu, pihaknya akan segera melakukan pemberitahuan kepada seluruh ahli waris yang sudah mengajukan, melalui surat pemberitahuan dengan lampiran SE Kementerian.

Dengan harapan para ahli waris segera mengetahui bahwa program santunan untuk korban meninggal akibat Covid-19 sudah dibatalkan.

“Akan segera kami tindak lanjuti, agar para ahli waris ini tidak menunggu kepastian (Bergantung-red) kapan akan cairnya santunan ini,” katanya.

Selain akan memberikan surat pemberitahuan kepada para ahli waris, pihaknya juga akan memberitahukan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, bahwa program tersebut sudah resmi dibatalkan.

“Sehingga nantinya untuk data korban meninggal akibat Covid-19 yang masih belum di ajukan agar tidak dikirim,” Pungkasnya. (Lis)

Tags: