Kementerian PUPR Bangun Fasilitas Karantina di Pulau Galang

(Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19)
Jakarta, Bhirawa.
Untuk pengendalian infeksi penyakit menular utamanya Covid-19 (Corona), pemerintah mulai membangun fasilitas observasi, penampungan dan karantina. Kementerian PUPR yang menangani pembangunan ini, telah memanfaat kan lokasi ex-tempat penampungan kamp pengungsi Vietnam (tahun 1979/1996) di pulau Galang-Batam provinsi Kepulauan Riau.
“Target yang diberikan Presiden adalah 2/3 Minggu, pembangunan sudah harus selesai dan siap dipakai. Pembangunan tidak hanya bangunan untuk observasi, penampungan, karantina termasuk isolasi saja. Tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti perumahan dokter, perawat, dapur umum, gudang, laundry dll. Sekarang sudah mulai land clearing, pasok listrik dari PLN juga akan disambungkan,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Senin(9/3)
Dikatakan, pada tahap awal akan dibangun 2 bangunan bertingkat 2. Untuk ruang observasi kapasitas 230 tempat tidur, dimana dalam satu kamar memiliki kapasitas 8-10 pasien. Di ruang isolasi ada 30 tempat tidur ICU (Intensif Care Unit) dan 20 tempat tidur non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.
Selain itu, disekitar fasilitas utama juga dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau Serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta instalasi Pengolahan Air Limbah(IPAL). Untuk insinerator limbah padat, akan bekerjasama dengan KemenLHK.
“Bekas Rumah Sakit yang telah ada di pulau Galang ini, masih bisa dimanfaatkan. Struktur ya masih bagus, dindingdengan double cover asbes masih kuat. Tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk, akan diganti. Intinya, gedung RS ini masih bisa dipakai, hanya perlu renovasi. Seperti ruang administrasi, ruang dokter dan tenaga medis, dapur dan ruang laundry,” papar Basuki.
Disebutkan, anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerjasama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) dengan konsultan manajemen konstruksi PT Virama Karya.
Untuk menyediakan air baku, kata Menteri telah disiapkan 4 alternatif tampungan air. Yakni waduk Monggak Rembang dengan debit 232 liter/detik, yang berjarak 16 km dari embung Camp Vietnam dengan debit 0,11 liter/ detik. Lalu embung Setotok debit 1,5 liter/detik dan waduk Sei Gong debit 400 liter/detik, tapi kondisi airnya masih payau.
“Untuk menunjang kebutuhan air bersih akan dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 5 liter/detik. Mengambil air dari waduk Monggak Rembang, yang memiliki volume daya tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154,6 hektar. Akan disiapkan transmisi sepanjang 16,2 km dan pipa distribusi di dalam kawasan sepanjang 6,7 km. Total anggaran diperkirakan Rp 17 miliar,” jelas Basuki.
Dikatakan, untuk akses keluar masuk pulau, akan dibangun Helipad dan disiapkan penataan Dermaga di pelabuhan pulau Galang yang dikelola UPT Dinas Perhubungan Pemkot Batam. (Ira)

Tags: