KementerianPUPR Kebut Pembangunan Tiga Bendungan Baru di Jawa Timur

Jakarta, Bhirawa.
Untuk tetap menumbuhkan perekonomian lokal, ditengah wabah pandemi Corona sekalipun, pembangunan 3 bendungan di Jawa Timur tetap dilaksanakan. Yakni bendungan Bendo di Ponorogo, bendungan Tukul di Pacitan dan bendungan Gongseng di Bojonegoro. Ketiga bendungan ini akan menyangga Jawa Timur untuk tetap menjadi salah satu provinsi lumbung pangan nasional. 
“Pengelolaan sumber daya air dan Irigasi akan terus dilanjutkan untuk mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal,” ujar MenteriPUPR, Basuki Hadimulyono, akhir pekan
Disebutkan, ketiga bendungan mulai dibangun pada 2013 dan target rampung pada 2020 ini. Kontruksi bendungan Bendo di Ponorogo saat ini sudah mencapai 73,26%. Berkapasitas tampung 43,11 juta m3, yang akan dimanfaatkan untuk peningkatan Irigasi seluas 7.800 hektare di Kabupaten Ponorogo  dan Madiun. Selain Irigasi, bendungan Bendo juga menjadi sumber air baku domestik dan industri. Untuk Kabupaten Ponorogo sebesar 418 liter/detik, untuk kabupaten Madiun 790 liter/detik dan kabupaten Trenggalek 372 liter/detik. 
“Bendungan Bendo ini juga akan mengurangi atau mereduksi debit banjir kota Ponorogo dari  1.300 m3/detik menjadi tinggal 490 m3/detik. Juga berfungsi untuk pembangkit tenaga listrik berkekuatan 1,56 MW.” jelas Basuki.
Sementara, kontruksi bendungan Tukul dii Pacitan telah mencapai 76,25%. Berkapasitas tampung 868 juta m3, untuk mensuplai Irigasi seluas 600 hektare dan air baku 300 liter/detik. Jugakan mengurangi debit banjir di Pacitan yang berasal dari anak sungai Grindulu. Sedang bendungan Gongseng di Bojonegoro, kontruksi nya sudah mencapai 76,92% dengan target rampung pada akhir tahun 2020. Memiliki kapasitas tampung 22,43 juta m3, untuk Irigasi seluas 6.191 hektare. Layanan air baku 300 liter/ detik dan mereduksi banjir 133,27 m3/detik dan pembangkit tenaga listrik ber kekuatan 0,7 MW. (ira)

Tags: