Kenaikan Tarif Air PDAM Tulungagung Diprotes Kades

Pelanggan PDAM Tulungagung melakukan pembayaran tagihan rekening air di Kantor PDAM Tulungagung, Kamis (12/5). (wiwieko/bhirawa)


Tulungagung, Bhirawa

Sejumlah kepala desa (kades) di Kecamatan Pagerwojo mengeluhan kenaikan tarif penggunaan air PDAM Tulungagung yang mulai berlaku pada bulan Mei ini dan pembayarannya pada Juni 2022 mendatang. Mereka pun melaporkan hal itu pada Komisi C DPRD Tulungagung.

Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori, Kamis (12/5), mengungkapkan aduan secara lisan para kades di Kecamatan Pagerwojo itu sudah diterima oleh Komisi C. “Kami minta para kades untuk membuat laporan secara tertulis dan nanti dilakukan hearing,” ujarnya.

Asrori menyebut dalam hearing tersebut nantinya akan dipanggil pula Direktur PDAM Tulungagung, Joko Purnomo. “Kami akan klarifikasi terkait kenaikan tarif itu. Apalagi dasar kenaikannya lewat perbup (peraturan bupati) bukan lewat perda (peraturan daerah),” sambungnya.

Begitu pun yang dikatakan Wakil Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Heru Santoso. Menurut dia, selama ini Komisi C DPRD Tulungagung belum diajak bicara oleh PDAM Tulungagung terkait kenaikan tarif.

“Komisi C belum diajak koordinasi dan kami tidak tahu adanya kenaikan atau penyesuaian tarif yang sekarang terjadi. Kami tahunya sekarang banyak komplain,” paparnya.

Termasuk komplain dari para kades di Pagerwojo. Menurut Heru Santoso, para kades di Kecamatan Pagerwojo mempermasalahkan kenaikan tarif karena diinformasikan sebelumnya sudah ada kesepakatan antara PDAM Tulungagung dan kades se-Kecamatan Pagerwojo terkait perlakuan tarif khusus. “Informasi yang kami terima kesepakatannya untuk warga Kecamatan Pagerwojo dilakukan tarif khusus karena air baku PDAM berasal dari Kecamatan Pagerwojo,” bebernya.

Soal kenaikan tarif PDAM yang didasarkan dengan perbup, Heru Santoso, mengakui sudah ada regulasi baru Permendagri No. 71 Tahun 2021 yang mengatur kenaikan tarif PDAM oleh perbup. “Tetapi yang trouble kan kami belum diajak koordinasi,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tulungagung, Joko Purnomo, ketika dikonfirmasi menyatakan PDAM Tulungagung tidak melakukan kenaikan tarif, tetapi penyesuaian tarif. Tarif di setiap cabang PDAM Tulungagung kini disamakan dengan tarif di cabang Kecamatan Kota dan Kecamatan Kedungwaru.

“Sekarang tarif sama. Tidak ada yang diistimewakan. Tarifnya sama dengan yang di Kecamatan Kota dan Kecamatan Kedungwaru,” katanya.

Selama ini tarif pemakaian air PDAM di Kecamatan Tulungagung dan Kecamatan Kedungwaru per 10 m3 seharga Rp 31 ribu. Sedang di 12 cabang PDAM Tulungagung lainnya berlaku tarif sekitar Rp 29 ribu per 10 m3.

“Jadi kenaikannya Rp 2 ribu. Dan itu pun untuk Kecamatan Kota (Tulungagung) dan Kecamatan Kedungwaru tidak ada kenaikan. Selain juga di wilayah Desa Gambiran, Segawe, tidak dinaikkan tarifya karena air PDAM di sana beroperasi tidak sampai 24 jam,” paparnya.

Joko Purnomo menyebut penyesuaian tarif PDAM berdasarkan Perbup Tulungagung No. 6 Tahun 2022. “Tidak berdasar perda. Kalau yang berdasar perda itu tentang penyertaan modal PDAM,” ucapnya. (wed.hel)

Tags: