Kenaikkan Plafon KUR UMKM

foto ilustrasi

Komitmen dan keberpihakan pemerintah untuk terus berusaha memberikan relaksasi terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sangat jelas dan tegas, terutama di situasi pandemi. Terlebih sektor UMKM ini dinilai sangat strategis bagi perekonomian nasional. Termasuk untuk melahirkan wirausaha baru dari mikro kecil ke menengah, sehingga dimungkinkan dapat menyasar lapangan kerja yang cukup banyak.

Realitas tersebut, semakin diperkuat dari data yang disuguhkan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM), bawasannya jumlah usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia mencapai 64,1 juta unit atau sekitar 99 persen dari total pelaku usaha yang ada di negara ini. Kontribusi sektor itu terhadap penyerapan tenaga kerja pun cukup signifikan. Selebihnya, sektor UMKM mampu menyerap sekitar 116 juta tenaga kerja dan berkontribusi terhadap 58 persen dari produk domestik bruto (PDB). Itu artinya, dalam konteks pemulihan ekonomi, bisa diyakini bahwa kebangkitan ekonomi UMKM jadi instrumen penting dalam penopang pemulihan ekonomi nasional.

Logis adanya, jika sampai saat inipun sektor UMKM terus mendapat perhatian dan komitmen pemerintah untuk diberikan relaksasi. Salah satunya, dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan. KUR tanpa jaminan tersebut diproyeksikan dari angka yang sebelumnya Rp 50 juta, ditingkatkan plafonnya menjadi Rp 100 juta. KUR bagi UMKM, yang semula berkisar Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar, ditingkatkan menjadi Rp 500 juta hingga maksimal Rp 20 miliar. Program tersebut menjadi paket Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terbaru selama masa pandemi Covid-19, (Kontan, 12/4/2021).

Komitmen pemerintah dalam memberikan stimulus UMKM tersebut, sekiranya patut kita apresiasi bersama. Pasalnya, stimulus UMKM tersebut dapat memberikan dampak positif bagi produktivitas dalam negeri. Terlebih, sektor UMKM sendiri berkontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 60 persen, dengan daya serap tenaga kerja sebesar 96 persen. Jadi dengan kemudahan penyaluran modal dari pemerintah tersebut, sekiranya dapat mengakselerasi pertumbuhan UMKM untuk kembali bangkit dan mengembangkan usahanya.

Ani Sri Rahayu
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Rate this article!
Kenaikkan Plafon KUR UMKM,5 / 5 ( 1votes )
Tags: