Kepala BPBD Apresiasi Desa Durenan Desa Terbaik

Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami menyerahkan penghargaa dari Gubernur Jatim kepada Desa Durenan Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun sebagai Desa Terbaik Kategori Pratama Lomba Desa/ Kelurahan Tangguh Bencana tingkat Provinsi Jawa Timur 2020 yang diwakil oleh Kepala BPBD Kab Madiun, M. Zahrowi, Kamis (15/10). [sudarno/bhirawa]

Pemkab Madiun, Bhirawa
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, M Zahrowi mengapresiasi prestasi yang diraih Desa Durenan Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun sebagai Desa Terbaik Kategori Pratama Lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana tingkat Provinsi Jawa Timur 2020 dan mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa yang diterima langsung Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, Senin (12/10).

Penghargaan dari Gubernur Jatim tersebut, diserahkan kembali oleh Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami bersama Forkopimda kepada dua perwakilan relawan tangguh bencana Durenan, di Pendopo Ronggo Djoemeno, Pemkab Madiun, Kamis (15/10).

Menurut Kepala BPBD Kab Madiun, tidak mudah untuk bisa mendapatkan penghargaan itu. Setidaknya ada empat indikator penilaian yang harus terpenuhi untuk mendapatkan poin hingga akhirnya terpilih menjadi yang terbaik.

“Tidak gampang itu mendapatkan penghargaan terbaik se-Jawa Timur. Harus memenuhi empat indikator penilaian desa tanggap bencana,” ujar M. Zahrowi usai penyerahan penghargaan kepada dua perwakilan relawan tangguh bencana Durenan tersebut.

Dijelaskannya, empat indikator tersebut adalah kesehatan, kesiapsiagaan pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi bencana, penganggaran kegiatan penanggulangan bencana dan terakhir memiliki perkiraan resiko bencana.

Mantan Camat Dagangan itu menceritakan, selain mampu memenuhi empat indikator tersebut ada banyak nilai lebih lainnya yang telah dilakukan warga dan relawan Desa Durenan Kecamatan Gemarang tersebut.

Salah satunya adalah inovasi dalam penanganan covid-19. Pemerintah Desa, Relawan dan warga sepakat dengan pola menutup tapi dengan solusi dan bukan sebaliknya. Tujuannya hanya satu, kesehatan dan perekonomian warga selamat.

“Salah satu nilai lebihnya adalah saat bersama-sama menangani covid-19 saat awal merebak di berbagai wilayah. Bukan hanya menerapkan protokol kesehatan, semua pihak sepakat menutup wilayah tapi ada solusi. Tidak kaku melarang orang luar daerah masuk dengan alasan mencegah penularan, tetapi juga memperhatikan sisi ekonominya, agar perekonomian warga tetap bergerak,” jelasnya.

Contohnya, sirkulasi barang yang dikirim melalui paket jasa cukup sampai di balai desa atau tempat yang ditentukan. Petugas jasa pengiriman boleh masuk ke desa namun tidak boleh mengantar sampai ke alamat tujuan barang pesanan untuk mengurangi resiko dikedua belah pihak. Nantinya pengiriman ke alamat akan teruskan oleh relawan dari dalam desa setempat.

“Itu di Durenan sudah bisa seperti itu. Makanya tidak heran jika kasus covid-19 dapat di minimalisir. Itu inovasi sederhana namun memberikan nilai tambah tersendiri,”jelas Kepala BPBD Kab Madiun, M. Zahrowi. [dar]

Tags: