Kepala KUA Bojonegoro Merangkap Penghulu

Kepala KUA BojonegoroBojonegoro,Bhirawa
Jumlah penghulu di lingkup Kementrian Agama (Kemenag) Kab Bojonegoro memprihatinkan sejak beberapa tahun terakhir. Data hingga Mei 2016, hanya memiliki 17 penghulu di 27 kecamatan. Sementara 10 Kecamatan lainnya kosong tanpa penghulu.
Padahal idealnya tiap Kantor Urusan Agama (KUA) harus memiliki minimal satu orang penghulu. Karena keterbatasan penghulu, Kepala KUA seringkali merangkap tugas sebagai penghulu.
”Sekarang di Bojonegoro hanya ada 17 penghulu. Belum ada penambahan sudah lama, setidaknya kurang 10 penghulu,” ungkap Kasubag TU Kemenag Kab Bojonegoro, Masrukin¬† Minggu (22/5), kemarin.
Adapun 10 kecamatan yang kosong penghulunya yakni Margomulyo, Tambakrejo, Purwosari, Kasiman, Kedewan, Malo, Ngambon, Bubulan, Sekar dan Gondang.  Wilayah selatan-barat kebanyakan tidak ada penghulunya, karena jumlah nikah kecil.
Meskipun krisis penghulu, pihaknya berupaya pelayanan pernikahan di kecamatan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pihaknya mengaku sudah melakukan pengajuan beberapa kali terkait minimnya jumlah penghulu tersebut, namun hingga kini belum terealisasi.
”Kalau tidak ada penghulu ya otomatis ditangani langsung oleh kepala KUA-nya setempat,” katanya.
Menurutnya, kini jumlah pegawai di lingkung Kemenang Bojonegoro, meliputi Guru MIN, MTs N, MAN, pegawai KUA dan Kemenang hanya berjumlah 899 orang saja. Padahal idealnya jumlah pegawai sesuai dengan letak geografis yang sangat berjahuan ini harusnya melebih dari 1000 orang.
Pihaknya berharap untuk segera kekosongan penghulu di Bojonegoro terisi. Fenomena kekurangan penghulu di Bojonegoro memang sudah berlangsung cukup lama dan tidak pernah ada penambahan. [bas]

Tags: