Kepala Sekolah di Kediri Dapatkan Penerangan Hukum dari Kejari Kota Kediri

Kasi Intel Kejari Kota Kediri Zalmianto saat memaparkan materi hukum pada kepala sekolah dan guru SMK dan SMA. [ervan kholis]

Kota Kediri, Bhirawa
Puluhan guru dan kepala sekolah SMK -SMA di Kediri mendapatkan penerangan hukum dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri yang di kemas dalam tema ” Jaksa sahabat guru” diruang Gembul Bujana Andrawina lingkungan dilingkungan Cabang Dinas pendidikan Pemprov Jatim Wilayah Kediri.
Kasi Intel Kejari Kota Kediri Zalmianto mengatakan Kejari ada inovasi program jaksa sahabat guru, dalam kegiatan ini para guru yang diwakili oleh kepala sekolah diberikan penerangan hukum yang subtansinya mengenali hukum dan jauhi hukuman.
“Untuk materi terkait penggunaan dana BOS, tindakan pidana, untuk pidana ini sering terjadi tindakan murid melaporkan guru karena melakukan kekerasan, tapi kita lihat dulu kekerasan seperti apa, apakah bentuk kekerasan itu untuk mendidik atau penganiayaan, output nya disini ada peraturan kejaksaan nomor 15/ 2020, yakni restoratif justice, maksudnya tidak semua permasalahan hukum daam persidangan. Inilah ruang yang dikeluarkan oleh jaksa agung sebagai penegakan hukum secara berkeadilan ” Kata Zalmianto.
Lebih lanjut, Zalmianto mengatakan meskipun para guru ini sudah mengerti hukum, namun juga masih banyak yang belum memahami secara mendalam, menurutnya saat ini karena era kebebasan guru jadi khawatir dan takut dipidanakan.
“Apa apa dilaporkan, cara mengajar saat ini guru takut dan khawatir, takut dipidanakan, dan dampak negatifnya degredasi moral, siswa bisa nglamak, ini yang kita jaga, boleh menghukum , namun bentuk hukuman apa yang boleh dilakukan oleh guru, dan mana yang tidak boleh, bentuk hukuman ini untuk mendidik anak biar tau,” tandasnya.
Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Sumiarso mengatakan, jika kegiatan ini sangatlah penting, karena memberikan pemahaman hukum ada pelaksana pendidikan agar tidak melakukan kesalahan dalamnya kegiatan belajar mengajar maupun mengerjakan administrasi sekolah.
“Dengan program ini saya berharap agar para guru dan kepala sekolah tidak lagi takut ada jaksa, karena jaksa adalah sahabat guru, jika dalam pelaksanaan kegiatan belum paham bisa konsultasi ke Kejaksaan” tandasnya. [van]

Tags: