Kepedulian Polwan Situbondo ditengah Wabah Covid-19

Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Indah Citra Fitriani SIK bersama Polwan saat menjemput Ningsih, penerima BST yang juga berkebutuhan khusus. [sawawi]

Membantu Antar Jemput Wanita Jompo dan Berkebutuhan Khusus
Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Memasuki masa penerimaan dana bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI. Di Kabupaten Situbondo ada sekitar 50 ribu warga yang menerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Dari ribuan penerima itu, sebagian tergolong wanita jompo, janda tua dan berkebutuhan khusus. Melihat kondisi ini, AKP Indah Citra Fitriani yang menjabat Kasat Lantas Polres Situbondo tidak tinggal diam. Bersama sejumlah Polwan, AKP Indah punya empati untuk melakukan penjemputan kepada warga yang tak berdaya tersebut.
Saat itu, AKP Indah Citra Fitriani sedang melakukan pendampingan bagi warga penerima bantuan BST Kemensos RI. Sekilas Indah mendengar kabar ada salah satu warga bernama Ningsih penyandang tuna netra menjadi penerima Bantuan Tunai Sosial Kemensos RI. Wanita berusia 61 tahun itu tinggal di Jalan Merpati Kampung Dam RT 003/RW 001 Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
“Hati saya terpanggil untuk menjemput Ningsih saat tahu akan menerima BST. Saya ajak sejumlah Polwan Polres Situbondo agar ikut membantu proses pencairan Ningsih,” aku Indah.
Menurut Indah, bantuan yang ia berikan bertujuan untuk mempermudah pencairan Bantuan Sosial Tunai yang di terima Ningsih yang notabene seorang penyandang tuna netra. Dia, kata Indah, harus segera dibantu karena hidup seorang diri dan tergolong sebagai masyarakat tidak mampu.
“Sejumlah personil Polisi yang ada di Mapolsek Panarukan juga saya ajak untuk menjemput Ningsih di rumahnya. Dia saya antar hingga sampai ke kantor pos Situbondo,” jelas Indah.
Senada dengan AKP Indah, salah satu Polwan yang berdinas di Polres Situbondo, Brigadir Siti Nurhasanah juga melakukan bantuan senada kepada Hatima, warga jompo asal Dusun Krajan Desa Olean Kecamatan Kota Situbondo. Siti rela membantu Hatima sebagai penerima BST saat tak berdaya duduk diatas becak.
Dalam pandangan Siti Nurhasanah, ia merasa terpanggil memberikan bantuan setelah melihat Hatimah saat datang ke Kantor Desa Olean untuk mengambil bantuan sosial tunai dari Kementerian Sosial RI. “Dengan sigap saya bangun dari tempat duduk dan menghampiri Hatimah. Uang haknya sebesar Rp 600 langsung saya serahkan,” ucap Siti Nurhasanah.
Rupanya, kupas Siti Nurhasanah, nenek Hatima sudah cukup lama menderita sakit dan juga penyandang disabilitas. Padahal sebelumnya, kata Siti Nurhasanah, nenek hatimah sudah diminta pihak Desa tidak perlu datang ke Balai Desa dan cukup menunggu dirumahnya. Karena didesak oleh sebuah kebutuhan, Hatima terpaksa menaiki becak untuk mengambil bantuan BST bersama anak kandungnya. “Saya melihat Hatima datang dengan menaiki becak. Padahal sebelumnya sudah diminta menunggu dirumah tapi tetap ngotot datang ke Kantor Desa. Tapi saya bersyukur warga lain yang antri bisa mengerti,’ ” ujar Siti Nurhasanah.
Sementara itu Kapolres Situbondo AKBP Sugandi mengatakan Polres Situbondo akan terus membantu dan menjemput masyarakat penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai yang kondisi phisiknya lemah saat mencairkan BST di Kantor pos.
“Ya Polres Situbondo akan menyiagakan bantuan dengan menyediakan sarana penjemputan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik untuk datang ke kantor pos,” ujar Kapolres Sugandi saat memberikan layanan di Kantor Pos Situbondo.
Mantan Kapolres Pacitan itu menjelaskan, Polres Situbondo akan terus memfasilitasi antar jemput masyarakat tuna netra lainnya dalam pencairan BST Kemensos RI, seperti yang dilakukan kepada Ningsih. Tak hanya itu, sebut Kapolres Sugandi, institusinya juga siap memberikan antar jemput saat pengambilan dana BST di Kantor Pos.
“Tentunya bantuan ini hanya khusus diberikan kepada masyarakat yang kondisi phisiknya lemah. Artinya tidak diberikan kepada warga yang sehat dan normal,” papar Kapolres Sugandi.
Disisi lain, Ningsih mengatakan dirinya baru saat ini masuk dalam bantuan dari pemerintah. Ningsih mengaku selama ini tempat tinggal yang dihuni masih milik tetangga dekatnya. “Ya saya disini masih numpang. Untuk hidup sehari-hari, saya di bantu oleh tetangga. Selama ini, saya juga tidak pernah menerima bantuan apapun baik dari pemerintah pusat maupun daerah,” aku Ningsih.
Dihadapan Kasat Lantas AKP Indah Citra Fitriani dan sejumlah Polwan, Ningsih mengaku dirinya mengalami gangguan penglihatan atau tuna netara akibat jatuh saat naik motor bersama suaminya di Sulawesi. “Usai kejadian itu saya ditinggal suami karena mengalami gangguan penglihatan atau tuna netra. Sejak saat itu, saya tinggal sendirian hingga saat ini,” kata Ningsih.
Namun Ningsih mengaku bersyukur, karena masih ada kepedulian dari AKP Indah bersama Polwan yang memberikan bantuan antar jemput saat mengambil bantuan BST dari Kemensos RI di Kantor Pos Situbondo. “Saya ucapkan terima kasih kepada Polwan itu. Mereka telah rela menjemput saya saat akan mencairkan BST di Kantor Pos. Bahkan saya juga diantarkan pulang sampai di rumah,” pungkas Ningsih. [sawawi]

Tags: