Kepersertaan BPJS Surabaya Tertinggi Se-Jatim

Keikutsertaab masyarakat dalam mengikuti program BPJS Kesehatan

Keikutsertaab masyarakat dalam mengikuti program BPJS Kesehatan

Surabaya, Bhirawa
Kepersertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Surabaya hingga bulan Maret 2014 menduduki peringkat teratas. Data yang dihimpun di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Utama Surabaya kepersertaan BPJS Surabaya mencapai 1.114.556 orang dan diikuti oleh Sidoarjo sebanyak 794.023 orang dan Gresik sebanyak 570.031 orang.
Kepala BPJS Kesehatan BPJS Cabang Utama Surabaya, dr I Made Puja Yasa, AAK menyatakan, banyaknya keikutsertaan warga Surabaya disebabkan karena beberapa hal diantaranya adalah semakin sadarnya masyarakat Kota Pahlawan dalam mengikuti program BPJS Kesehatan, besarnya jumlah penduduk Surabaya jika dibandingkan dengan dengan penduduk lainnya.
”Jika dilihat total penduduk Surabaya angkanya mencapai 3 Juta jiwa dan ini melebihi dari jumlah penduduk Sidoarjo dan Gresik,” ujarnya.
Made menyatakan, saat ini jumlah kepesertaan (Askes, TNI, Polri, Jamkesmas, Badan Usaha, Mandiri, red) BPJS Kesehatan di surabaya mencapai 1.114.556 orang. Rinciannya, Askes sebanyak 253.183 orang, TNI sebanyak sebanyak 77.373 orang, Polri sebanyak 6.203 orang, Jamkesmas sebanyak 387.396 orang, Badan Usaha sebanyak 357.933 orang dan Badan Usaha 32.464 orang.
”Yang terbanyak didominasi oleh peserta Jamkesmas dan terkecil POLRI,” tambahnya.
Made mengatakan, saat ini antusias masyarakat dalam mengikuti program BPJS Kesehatan sangat tinggi hal ini dikarenakan masyarakat sudah merasakan manfaat BPJS Kesehatan. Banyak keuntungan jika masyarakat mengikuti program BPJS salah satunya tidak terbebani dengan masalah keuangan atau biaya rumah sakit.
”Masyarakat tidak perlu membayar biaya rumah sakit yang besar sampai puluhan juta karena semua sudah tercover oleh BPJS,” ucapnya.
Menanggapi pernyataan di atas Lilik warga Wonocolo Surabaya yang mengatakan, pihakya telah merasakan manfaat layanan BPJS, seperti tidak membayar biaya persalinan melalui operasi (caesar) walau BPJS Kesehatan belum berjalan dua bulan. “Tetangga saya yang melahirkan melalui operasi tidak membayar sama sekali, kecuali biaya administrasi sekitar Rp100 ribu. Padahal normalnya biaya melahirkan melalui caesar itu minimal Rp5 juta,” kata Lilik.
Menurutnya, progranm BPJS telah mengcover semua biaya yang ditanggungkan pihak rumah sakit kepada peserta BPJS. Jika perserta BPJS Kesehatan sakit maka pihak rumah sakit dapat mengklaimkan biaya rumah sakit ke pihak BPJS. Oleh karena itu, dirinya menyarankan tetangganya yang lain untuk mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Kesehatan.
“Tinggal memilih layanan kelas 1, 2, atau 3, karena biaya premi bulanannya berbeda-beda, tapi untuk kelas 1 pun tidak sampai Rp50 ribu. Hanya saja, kepesertaan BPJS itu per jiwa, bukan per keluarga. Saya kira ada plus minus, tapi saya yakin akan banyak plus-nya, kok,” katanya. [dna]

Tags: