Kepolisian Resor Kota Batu Ingatkan SDM KPPS Tak Boleh Gaptek

Wakapolres Batu, Kompol Al Jauza saat terlibat rapar kordinasi dengan Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto, Rabu (6/12)

Kota Batu,Bhirawa.
Kepolisian Resor (Polres) Kota Batu mengingatkan agar dalam pembentukan KPPS di kota ini mempertimbangkan kemampuan penguasaan teknologi pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang direkrut.

Hal ini ditegaskan Wakapolres Batu, Kompol Al-Jauza saat mengikuti rakor bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota setempat di Aula Trunojoyo Kota Batu, Rabu (6/12).

Kompol Al Jauza mengingatkan bahwa penyelenggaraan Pemilu Serentak di tahun 2024 ini dilaksanakan di zaman milenial yang berada di tengah kemajuan teknologi yang serba digital dan canggih.

“Karena itu setiap SDM yang akan direkut dan tergabung dalam Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Kota Batu harus memiliki penguasaan teknologi yang memadai,” ujar Jauza.

Dalam penyelenggaraan pemilu ini, katanya, kecepatan dan akurasi data sangat dibutuhkan dalam kesuksesan pesta demokrasi ini. Untuk itu penguasaan terhadap teknologi menjadi hal yang tidak bisa dihindari lagi. Dan otomatis ini menjadi syarat wajib bagi para SDM yang akan menjadi petugas KPPS.

Jangan sampai sistem pelaporan hasil pemilu terkendala oleh petugas KPPS yang tidak menguasai teknologi.

“ini sempat terjadi di Pemilu 2019 lalu, dimana pelaporan menjadi lambat yang diakibatkan adanya petugas yang tidak memahami bagaimana membuat laporan melalui teknologi,” ungkap Jauza sekaligus mengingatkan.

Arahan wakapolres ini langsung direspon Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto. Heru mengatakan SDM yang mumpuni dan menguasai teknologi memang menjadi hal wajib bagi penyelenggaraan pemilu.

Kesuksesan sebuah pemungutan suara ditentukan dengan kinerja yang baik dan optimal dari para petugas KPPS. “Kita semua adalah penyelenggara pemilu, mulai dari KPU, PPK, PPS, dan KPPS. Tetapi yang menjadi ujung tombak penentilu kesuksesan Pemilu ada pada KPPS,” ujar Heru.

Dan telah menjadi keputusan KPU RI yang harus dilanksanakan KPU Kota Batu bahwa syarat utama bagi warga yang berminat menjadi petugas KPPS adalah penguasaan teknologi minal android.

Dari 7 petugas yang di setiap KPPS, minimal ada 2 orang di antaranya yang menggunakan android.

“Bahkan untuk menjamin penguasaan android, petugas KPPS tersebut minimal sudah menggunakan android selama lima tahun. Jadi kalau baru menggunakan android selama 4 tahun apalagi 1 tahun tidak bisa menjadi petugas KPPS,” tambah Marlina, komisioner KPU Kota Batu.

Menurutnya, setiap KPPS harus memiliki kecepatan dalam melaporkan hasil penghitungan melalui aplikasi Sirekap atau Sistem Informasi Rekapitulasi. Jika ada petugas yang tidak menguasai teknologi maka pemanfaatan aplikasi sirekap tidak bisa optimal. Hal inilah yang memicu lambatnya atau terhalangnya pelaporan hasil pemilihan melalui hitung cepat atau quick count.(nas.gat)

Tags: