Kesadaran Meningkat,Penderita HIV/AIDS Meninggal Turun

Sosialisasi Dinas Kesehatan kepada masyarakat terkait virus mematikan. [dna/bhirawa]

Sosialisasi Dinas Kesehatan kepada masyarakat terkait virus mematikan. [dna/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Meningkatnya kesadaran penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus Infection / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) untuk memeriksakan diri membuat angka penderita meninggal penyakit ini di Jatim mengalami penurunan.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menyebutkan kasus meninggal akibat virus HIV/AIDS tahun 2013 sebanyak 152 orang sedangkan tahun 2012 sebanyak 228 orang.
”Ada penurunan 76 orang untuk kasus meninggal HIV/AIDS di Jatim dan perkembangan menggembirakan ini diprediksikan akan berlanjut pada tahun 2014 nantinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Harsono.
Harsono mengungkapkan, penurunan kasus kematian HIV/AIDS ini dari tahun 2011 sudah terjadi, angkanya adalah tahun 2011 sebanyak 323 orang meninggal dan menurun di tahun 2012 sebanyak 228 orang dan tahun 2013 sebanyak 152 orang.
Banyak faktor yang disebabkan kasus meninggal HIV/AIDS menurun, salah satunya adalah sudah sadarnya penderita dengan pengidap HIV/AIDS (ODH). ”Banyak dari ODH mereka memeriksakan diri ke rumah sakit sehingga penanganannya dapat segera diatasi,” jelasnya.
Harsono menjelaskan, saat ini jumlah kasus  HIV/AIDS di Jatim mencapai angka 19.000 orang dan terbanyak didominasi oleh Surabaya. Surabaya kasus  HIV/AIDS sebanyak 6.700 orang disusul oleh Kota Jember 1.545 orang, Probolinggo 1.498 orang, Situbondo 1.323 orang, Bojonegoro 1.247 orang dan Malang 1.226 orang. Jumlah ini, sambung dia,  belum dapat dikatakan maksimal. Sebab, banyak dari penderita HIV/AIDS belum terdeteksi dan tertangani.
“Kita ingin dalam waktu dekat semua penderita HIV/AIDS dapat segera terlacak keberadaannya,” jelasnya.
Diutarakannya, khusus deteksi tingginya angka penderita HIV/AIDS di Surabaya bukan semerta-merta jumlah penderitanya banyak, melainkan kinerja dari petugas kesehatan di Surabaya sangat baik dan andal dalam menemukan pasien penderita HIV/AIDS.
Selain itu, kinerja di beberapa Tim Klinik Konseling Tes Sukarela (KTS) dan Konseling Tes Inisiatif Provider (KTIP) bekerja dengan baik. “Saya yakin jika petugas kesehatan dan KTS/KTIP berkerja dengan maksimal dapat dipastikan banyak dari pasien HIV/AIDS dapat terdata dengan baik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kasus HIV/AIDS yang tercatat banyak didominasi oleh pria, yaitu 64,1 dan wanita 35,9. Untuk jenis pekerjaan didominasi oleh wiraswasta dan ibu rumah tangga, sedangkan usia didominasi umur 25-29 tahun. “Jadi kebanyakan penderita HIV/AIDS rata-rata berusia produktif,” tegasnya. [dna]

Tags: